Malaysia Akan Lakukan Apapun untuk Selamatkan Warga yang Disandera Korea Utara

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menegaskan keputusan Korea Utara untuk menahan "sandera" warga negara Malaysia hanya akan memperbu

Malaysia Akan Lakukan Apapun untuk Selamatkan Warga yang Disandera Korea Utara
ISTIMEWA
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menegaskan keputusan Korea Utara untuk menahan "sandera" warga negara Malaysia hanya akan memperburuk situasi.

Dia mengatakan tindakan untuk mencegah warga negara Malaysia meninggalkan negara, memang tidak dapat diterima.

Sementara menggambarkan saat ini hubungan antara kedua negara tengah mengalami ketegangan, Perdana Menteri mengatakan provokasi Korea Utara juga telah melanggar hukum internasional.

Dengan demikian, Najib mengatakan Malaysia akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan kehidupan warganya di Korea Utara.

Berbicara kepada wartawan, Najib mengatakan Inspektur Jenderal Polisi telah juga diperintahkan untuk mencegah semua warga negara Korea Utara di Malaysia untuk meninggalkan negara sampai semua warga Malaysia di Korea Utara dibebaskan.

Korea Utara pada Selasa (7/3/2017) mengumumkan bahwa warga Malaysia di Korea Utara sementara dilarang meninggalkan negara sampai keselamatan para diplomat dan warganya di Malaysia sepenuhnya dijamin.

Hal ini terkait penyelidikan polisi Malaysia atas kasus pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari.

"Oleh karena itu, saya menelepon pada Korea Utara kepemimpinan untuk segera memungkinkan warga Malaysia untuk meninggalkan Korea Utara untuk menghindari segala sesuatu yang lebih buruk," katanya.

Najib saat menyatakan hal ini tengah berada di Jakarta untuk menghadiri KTT Samudra Hindia Rim Association (IORA) yang berakhir, Selasa (7/3/2017).

Perdana Menteri juga menyerukan agar Korea Utara segera melepaskan semua warga Malaysia yang ada di Pyongyang untuk menghindari eskalasi lebih lanjut antara kedua negara.

Halaman
123
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved