PosKupang/

Klaim Dirut PDAM Kota Kupang dan Kriteria Kualitas Air Bersih

Masalah utama yang disoroti pelanggan adalah tingginya tingkat kekeruhan air. Menariknya dalam beberapa wawancara

Klaim Dirut PDAM Kota Kupang dan Kriteria Kualitas Air Bersih
Net
Ilustrasi

Oleh Fidelis Nitti
Dosen Fakultas Sains dan Teknik, Undana

POS KUPANG.COM - Persoalan air di Kota Kupang seolah tidak pernah habisnya. Setelah masyarakat disuguhi silang pendapat antara Walikota dan Bupati Kupang terkait status kepemilikan PDAM Kupang, kali ini masyarakat pelanggan air PDAM Kota Kupang dihadapkan lagi dengan kualitas air yang disuplai oleh PDAM. Surat Kabar Pos Kupang beberapa hari terakhir memuat berita banyaknya keluhan masyarakat kota Kupang terkait kualitas air yang disuplai ole PDAM.

Masalah utama yang disoroti pelanggan adalah tingginya tingkat kekeruhan air. Menariknya dalam beberapa wawancara, Dirut PDAM dengan sangat yakin mengatakan air dengan tingkat kekeruhan seperti yang disuplai tersebut masih layak distribusi. Menurutnya tingkat kekeruhan air biasanya dinyatakan dalam skala NTU (Nephelometrik Turbidity Units).

Untuk air dengan nilai NTU nol, secara fisik air tersebut akan sangat jernih dan bening. Namun lanjutnya lagi, terkadang air yang disuplai PDAM ke masyarakat memiliki tingkat kekeruhan di atas nol NTU, bahkan dalam kisaran 100-200 NTU dan masih layak didistribusikan. Menurutnya kekeruhan air tersebut tidak sepenuhnya merupakan kesalahan PDAM. Masyarakat penggunalah yang menurutnya kurang memahami hal-hal teknis tersebut (Pos Kupang, 26-28/02/2017).

Penulis merasa perlu secara sederhana mengulas mengenai kualitas air minum dan air bersih sesuai standar pemerintah. Tulisan ini diharapkan dapat memberi sedikit gambaran mengenai kualitas air minum dan air bersih bagi masyarakat umumnya.

Air yang layak diminum adalah air yang bersih dan sehat, yang apabila dikonsumsi atau digunakan untuk keperluan sehari-hari tidak menimbulkan penyakit, baik itu secara langsung maupun di kemudian hari. Di Indonesia, kriteria kualitas air minum dan air bersih dituangkan dalam Perturan Menteri Kesehatan No
416/Permenkes/PER/IX/1990 yang diperbaharui dengan Standar Kualitas Air Minum No. 907/Menkes/SK/VII/2002. Kedua Peraturan Menteri Kesehatan tersebut secara umum mengatur tentang kriteria kualitas serta pentingnya pengawasan kualitas air minum dan air bersih.

Bahwa yang dimaksud dengan air minum adalah air yang telah memenuhi syarat kesehatan untuk diminum sedangkan air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan baru boleh diminum setelah dimasak. Dalam konteks ini, air yang didistribusikan oleh PDAM Kota Kupang dapat dikategorikan ke dalam jenis air bersih.

Menurut kedua Permenkes tersebut, air yang berkualitas setidaknya memenuhi tiga parameter utama yang meliputi parameter fisik, kimia dan mikrobiologis. Bahwa air yang layak diminum dan digunakan untuk keperluan sehari-hari harus memenuhi syarat tersebut untuk menghindarkan masyarakat dari gangguan kesehatan. Hal lain yang juga ditekankan adalah perlu pengawasan kualitas air secara rutin untuk mencegah penurunan kualitas air.

Syarat fisik
Secara fisik jenis air yang berkualitas setidaknya harus memenuhi beberapa parameter di antaranya bau, jumlah zat padat terlarut, rasa, suhu, warna dan kekeruhan. Air yang layak dikonsumsi seharusnya tidak berbau dan tidak berasa. Air yang berbau busuk berarti mengandung bahan organik yang sedang mengalami penguraian oleh mikoorganisme.Air yang berasa asin patut dicurigai masih mengandung garam-garam terlarut sedangkan rasa asam mungkin disebabkan adanya asam baik ituorganik maupun anorganik. Syarat fisik air lainnya seharusnya tidak berkeruh. Apabila keruh dapat dipastikan air tersebut mengandung partikel-partikel koloid. Kekeruhan airdinyatakan dalam skala NTU.

Menurut kedua Permenkes di atas kadar maksimum kekeruhan yang diperbolehkan untuk air minum adalah 5 NTU sedangkan untuk air bersih adalah 25 NTU. Dengan demikian, klaim Dirut PDAM bahwa air dengan kekeruhan pada skala 100 -200 NTU masih layak didistribusikan adalah salah kaprah dan patut dipertanyakan. Hal ini karena air dengan kekeruhan pada skala tesebut sudah jauh melampaui ambang batas yang diperbolehkan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Mengonsumsi air dengan tingkat kekeruhan pada skala tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan konsumen.

Syarat kimia
Syarat kimia yang harus dipenuhi oleh air yang berkualitas menurut Permenkes dikategorikan ke dalam beberapa bagian di antaranya kandungan bahan-bahan inorganik, bahan-bahan organik, pestisida, desinfektan dan hasil sampingnya. Kriteria-kriteria kimia tersebut dinyatakan secara spesifik dalam berbagai satuan dan kadar maksimum yang diperbolehkan baik itu bagi air minum maupun air bersih.

Terdapat setidaknya 29 ion maupun senyawa yang dikategorikan ke dalam bahan kimia inorganik, 36 senyawa dalam kategori bahan kimia organik dan 33 jenis senyawa dalam kategori pestisida serta 17 komponen dalam kategori desinfektan dan hasil sampingnya yang disebutkan dalam Standar Kualitas Air Minum Permenkes No. 907/Menkes/SK/VII/2002.

Keberadaan komponen-komponen kimia tersebut dalam air bersih dan air minum hanya diperbolehkan dalam kadar yang sangat kecil dalam skala mikro gram sampai milligram per liter air. Sebagai contoh, kadar maksimum kalsium karbonat (CaCO3), sianida, besi dan DDT yang diperbolehkan dalam air minum adalah berturut-turut 500 mg, 0.07 mg, 0.3 mg dan 2 µg untuk tiap liter air minum.Masih banyak lagi unsur maupun senyawa kimia lainnya yang tidak dapat disebutkan secara rinci dalam tulisan ini yang keberadaannya dalam air membutuhkan pengawasan yang ketat secara berkala.

Syarat Mikrobiologis
Selain syarat fisik dan kimia tersebut, air yang layak untuk diminum dan digunakan untuk keperluan sehari-hari juga harus memenuhi syarat mikrobiologis. Syarat mikrobiologis yang dimaksud adalah kriteria maksimum keberadaan beberapa jenis bakteri yang diperbolehkan ada dalam air bersih dan air minum dengan salah satu parameter utama adalah total koliform.

Jika semua kriteria yang disyaratkan sesuai Permenkes di atas telah dipenuhi maka air tersebut layak baik untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk keperluan sehari-hari. Air bersih yang dikelola oleh pemerintah melalui PDAM seharusnya telah memenuhi syarat-syarat di atas karena telah melewati proses pengolahan bertahap dan melalui pengawasan yang sangat ketat untuk memastikan kualitasnya sebelum didistribusikan kepada pelanggan. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help