PosKupang/

Perkembangan Sepakbola NTT

Perkembangan sepakbola di provinsi NTT kian hari kian menunjukkan peningkatan yang cukup menjanjikan.

Perkembangan Sepakbola NTT
istimewa
ISTIMEWA SELEKSI - Dari kiri, Ketua Panitia, David Fulbertus, Indra Sjafri dan Jarot Supriadi memantau seleksi pemain di Lapangan SSB Bintang Timur, Atambua, Sabtu (11/2/2017).

(Refleksi Dua Pengurus PSSI Pusat asal NTT & Seleksi Perdana Timnas U-19)
Oleh Johni Lumba
Penggemar Sepakbola

POS KUPANG.COM - Perkembangan sepakbola di provinsi NTT kian hari kian menunjukkan peningkatan yang cukup menjanjikan. Perkembangan tersebut bukan hanya dari sejumlah pemain yang menjadi incaran klub-klub Indonesia di Indonesia Super Championship (ISC), tetapi juga sarana prasarana pendukung berupa lapangan sepakbola yang bertaraf Nasionalpun sudah mulai di bangun.

Bahkan dua orang pengurus bola asal NTT masing-masing Sekretaris Umum Asprov PSSI NTT Lamber Ara Tukan selaku anggota Studi Strategis dan Fary Francis (Ketua Komisi V DPR RI) ditunjuk sebagai Ketua Departemen Sport Intelligent oleh Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi sebagai bangian dari kepengurusan PSSI periode 2016-2020.

Kapasitas Lambert Tukan dan Fary Francis tentu tidak bisa diragukan lagi, pengalaman Lambert sebagai Sekretaris Umum Asprov PSSI NTT dan Fary sebagai Ketua Komisi V DPR RI dan pendiri akademi sepakbola Bintang Timur serta memiliki lapangan sepakbola bertaraf nasional satu-satunya di Atambua membuat keduanya direkrut dan sekaligus menjadi pembuat sejarah baru bagi kepengurusan PSSI Pusat. Baru pertama kali dua orang NTT masuk jajaran pengurus nasional.

Kedudukan Lamber Tukan sebagai anggota di bidang studi strategis ini tentunya akan memberikan masukan yang berharga berkaitan dengan strategi yang akan digunakan dalam meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia. Demikian juga Fary Francis sebagai ketua sport intelligent tentu akan memberikan kontribusi guna meningkatkan kualitas prestasi sepakbola di Indonesia.

Kepengurusan PSSI sebelumnya memang tidak ada perwakilan dari provinsi NTT tetapi dari sisi pemain Yabes Roni Maliafani telah membuktikan dengan menjadi pemain muda pertama NTT masuk skuad Timnas U-19. Sebuah kebanggaan sekaligus prestasi luar biasa yang mengharumkan nama NTT di level persepakbolaan nasional. Kebanggaan pemuda asal Alor yang diberi kepercayaan 15 menit oleh pelatih Indra Sjafri itu, mampu mencetak gol ke gawang Timnas Korea Selatan yang akhirnya membawa Timnas U-19 menjadi juara zona Asia Tenggara.

Kepercayaan pelatih Indra Sjafri terhadap talenta pesepakbola NTT terus membahana ketika Alsan Sanda, Yulius Muloko mendampingi Yabes di klub Bali United. Tidak hanya itu sejumlah pemain Bali United U-17 juga berasal dari NTT. Menurut Indra, talenta-talenta pemain sepakbola dari Indonesia Timur salah satunya ada di NTT.

Perkembangan sepakbola NTT mulai terlihat ketika sejumlah pemain NTT berlaga di klub-klub liga Indonesia, bahkan Askab Kabupaten Ngada khususnya PSN Ngada mampu tampil secara luar biasa dalam kompetisi piala Nusantara. Walaupun hanya menduduki posisi runner up (juara II) nasional Yoris Nono sebagai pencetak gol terbanyak terpilih menjadi top skorer dan memperoleh hadiah uang tunai Rp 20 juta.

Akhir-akhir ini sejumlah pemain asal NTT mulai di lirik oleh klub-klub ternama di Indonesia, bahkan Negara Timor Leste juga telah merekrut sejumlah untuk memperkuat liga di negara tetangga tersebut.

Perkembangan lainnya adalah lapangan sepakbola di seluruh wilayah provinsi NTT mulai dibenahi bahkan, sejumlah daerah telah membuat lapangan yang bertaraf nasional seperti dilakukan Fary Francis di Atambua yang diresmikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Khusus di Kota Kupang, David Fulbertus bekerjasama dengan Bali United telah membuat sebuah lapangan sepakbola dalam rangka membentuk pemain sejak usia dini dan diberi nama Akademi Sepakbola Bali United.

Pemain usia dinipun mulai diperhatikan oleh masing-masing Askab/Askot melalui sejumlah klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB). Bahkan sejumlah kompetisi usia dini telah menjadi agenda sejumlah klub dan juga masyarakat gila bol di bumi Flobamora. Dengan banyaknya SSB dan juga akademi tentu harus didukung oleh jumlah dan kualitas pelatih dan wasit yang andal. Untuk itu Asprov, Askab, Askotpun patut melakukan kursus pelatih maupun wasit secara berjenjang dan berkelanjutan.

Pembinaan sepakbola harus ditempatkan pada ahlinya, seorang pelatih harus benar-benar menjadi seorang koki yang andal dan memiliki kualitas serta didukung oleh Iptek Keolahragaan yang modern. Hal ini disebabkan karena prestasi seorang pemain sepakbola itu dibuat bukan didapat. Dibentuk oleh pengurus, pelatih, wasit, orang tua dan dukungan dari pemerintah/swasta dan lainnya.

Perkembangan lain dari sepak bola NTT adalah strategi blusukan coach Indra Sjafri ketika mengadakan seleksi awal, timnas U-19 di mulai dari wilayah perbatasan provinsi NTT dan Timor Leste. Sebuah kehormatan karena hubungan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat gilabola (Mas Gibol NTT), Fary Francis dan Asprov PSSI NTT.

Kebangkitan sepakbola Indonesia sudah dimulai dari provinsi NTT, marilah sehati, setujuan, sekomitmen dan sesuara, bersatu kita teguh membangun sepakbola NTT, tanpa memandang perbedaan suku, agama dan juga budaya serta bahasa. Tetap satu tekad NTT Bisa dan NTT mampu melahirkan pemain-pemain sepakbola berbakat. Salam Sepakbola bersahabat, Bangun Sepakbola Indonesia mulai dari NTT.*

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help