Karina Nadila Terpesona Tenunan Sumba

Karina Nadila ingin mengangkat tenun ikat NTT di ajang bergengsi Putri Indonesia Tahun 2017.

Karina Nadila Terpesona Tenunan Sumba
ISTIMEWA
KARINA NADILA 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Gerardus Manyella

MENJADI publik figur merupakan impian banyak orang. Entah menjadi artis, presenter, politisi dan Putri Indonesia atau lainnya. Impian ini juga melekat dalam diri Karina Nadila.

Gadis blasteran Kolhua, Kupang-Padang, Sumatera Barat, ini sedang berjuang di ajang putri Indonesia mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karina sudah meminta restu dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dr. Marius Jelamu dan Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny Litelnoni serta berbagai komponen masyarakat NTT.

Lajang kelahiran Jakarta pada 21 Agustus 1992 ini, ingin mempromosikan pariwisata dan potensi lain NTT di ajang bergengsi tersebut.

Buah kasih Lukius Niab dan Jumaini ini sudah mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Pantai Kolbano di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan tenun ikat serta pasola di Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pemilik tinggi badan 170 cm menuturkan, ia mengikuti seleksi pada 6 Februari 2017 di Jakarta. Sebelum mengikuti seleksi putri pertama dari dua bersaudara ini memohon izin kepada Kadis Pariwisata Provinsi NTT dan Wakil Gubernur NTT pada 9 Januari 2017.

Ditemui di Ro'o Luwa Resto & Cafe dan Rumah Tenun & Butik Ratu, Kerobo, Sumba Barat Daya (SBD), Senin (20/2/2017) malam, Nina sapaan akrabnya mengaku kagum dengan keindahan Pantai Kolbano dengan batu warnanya.

"Saya ke Kolbano Sabtu -Minggu (18-19/2/2017) bersama barisan Komunitas 1.000 Guru. Kami melakukan kegiatan sosial sekaligus menikmati keindahan panorama Pantai Kolbano. Saya akan perkenalkan Kolbano sebagai destinasi wisata yang indah dan menarik di ajang Putri Indonesia," tutur Nina.

Pemilik berat badan 45 kilogram ini, bangga dan terpesona tenun ikat Sumba Barat Daya dan panorama Danau Weekori. Di Sumba Barat Daya, Nina juga bertemu komunitas JRUK Sumba yang bergerak dalam advokasi human traficking mengkampanyekan, "Stop Bajual Orang".

Nina juga bangga saat berkunjung ke SBD diterima ramah oleh Bupati, Markus Dairo Talu bersama ibu, Ny. Ratu Wulla Talu serta anak-anak.

Sarjana Ekonomi dari Indonesia Banking School tahun 2014 ini, akan mengangkat tenun ikat NTT di ajang putri Indonesia. Tenun ikat Sumba, ujar Nina, cantik, mewah dan maskulin.

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Gerardus Manyela
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help