VIDEO

VIDEO: Kota Kupang Berikan Proporsi Penyebaran Kredit Terbesar

Pulau Timor masih menjadi pusat penyebaran kredit. Kota Kupang sebagai jantung Provinsi NTT meraih proporsi kredit terbesar

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG - Sejalan dengan perkembangan nasional, kinerja industri jasa keuangan di NTT juga menunjukkan perkembangan yang positif. Pulau Timor masih menjadi pusat penyebaran kredit. Kota Kupang sebagai jantung Provinsi NTT kembali meraih proporsi kredit terbesar.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor OJK NTT, Winter Marbun, di pada Acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan NTT tahun 2017, di Aston Hotel Kupang & Convention Center, Kamis (23/2/2017).

Winter mengatakan daerah penyebaran kredit terbesar diikuti oleh Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Ende. Sementara itu, lima kota dengan jumlah kredit bermasalah terbanyak adalah Kabupaten Kupang, diikuti Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Rote.

Dari segi sektor ekonomi, kata Winter, kredit konsumtif rumah tangga masih mendominasi dengan persentase 37,74% dari total kredit, diikuti kredit perdagangan besar dan eceran dengan 26,21%. Kredit modal kerja harus terus ditingkatkan untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian daerah, tetapi perlu didampingi dengan prinsip kehati-hatian dan kecermatan mengingat kredit modal kerja khususnya perdagangan besar dan eceran merupakan penyumbang NPL terbesar.

Ia juga menjelaskan realisasi Kredit Usaha Rakyat di Nusa Tenggara Timur adalah Rp50,62 miliar untuk mikro dan Rp75,01 miliar untuk ritel, dengan NPL masing-masing 1,47% dan 3,37%. Kredit usaha rakyat baik mikro maupun ritel didominasi oleh 3 sektor yaitu perdagangan, pertanian, dan transportasi. Sektor pertanian memiliki NPL terbesar, baik pada mikro maupun ritel.

Saat ini, lanjutnya terdapat berbagai macam produk dan jasa keuangan yang memberikan berbagai macam manfaat bagi penggunanya, tetapi masih banyak saudara kita yang belum dapat memanfaatkan produk dan jasa tersebut karena terbatasnya akses layanan keuangan.

Untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dalam rangka mendukung program pembangunan ekonomi daerah, kami bersama para stakeholdersdi Nusa Tenggara Timurmembentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD, yang telah dikukuhkan pada 22 Desember 2016.

"Melalui TPAKD, kami dan seluruh pemangku kepentingan akan menjalankan program program prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan layanan keuangan yang lebih luas bagi kehidupan masyrakat daerah dengan memanfaatkan lembaga jasa keuangan di daerah."

Program-program tersebut kami harapkan dapat mendorong dan mempercepat akses keuangan daerah, yang pada akhirnya akan menciptakan kesempatan kerja, membangun perekonomian daerah, menurunkan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan pendapatan," tuturnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved