Pesan dari Kebakaran Kantor Kejari Manggarai

Kita mungkin tidak menyangka musibah ini terjadi. Sebab Kota Ruteng dikenal sebagai kota hujan.

Pesan dari Kebakaran Kantor Kejari Manggarai
POS KUPANG/HILARIUS NINU
Api berkobar-kobar membakar Kantor Kejari Manggarai, Sabtu (18/2/2017) malam. 

KANTOR Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai terbakar, Sabtu (18/2/2017) malam. Berita itu dengan cepat menyebar sejak malam kejadian hingga hari Minggu pagi, baik melalui media online maupun media sosial (medsos).

Hari di mana warga Ruteng harus ke gereja untuk mendengar kabar gembira dari Tuhan lebih dulu disuguhi warta duka kebakaran kantor di mana para jaksa penyidik menangani berbagai perkara.

Kita mungkin tidak menyangka musibah ini terjadi. Sebab Kota Ruteng dikenal sebagai kota hujan. Apalagi sedang musim hujan, segala sesuatu pasti serba lembab dan basah. Mestinya tidak mudah terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan kantor tersebut.

Kita boleh beranggapan demikian. Tapi faktanya kebakaran sudah menghabiskan kantor tersebut dengan segala berkas yang tersimpan di dalamnya. Berkas apalagi kalau bukan berkas perkara, hal yang menjadi tugas dan fungsi pokok aparat kejaksaan.

Musibah ini, bagaimana pun, memancing berbagai spekulasi, terutama mengenai penyebab kebakaran. Pertanyaan mendasar, tentu saja, kenapa kantor itu terbakar? Apakah faktor teknis gedung atau ada tangan manusia yang entah sengaja ataupun tidak sengaja membakarnya?

Tidak ada yang bisa langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pihak kejaksaan sendiri tidak tahu. Warga sekitar hanya melihat nyala api datang dari bagian belakang kantor.

Kita tidak bisa berandai-andai mengenai hal ini. Tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Denpasar Bali sudah hadir di lokasi kebakaran. Kita harus bisa membantu tugas tim ini agar dengan cepat bisa mengungkap penyebab kebakaran.

Meski demikian, kita patut mengambil hikmahnya. Paling tidak di setiap gedung atau rumah apa pun, harus dipastikan aman dari kebakaran. Kita pun harus terlatih untuk mencegah kebakaran, antara lain dengan tetap merawat jaringan listrik yang ada, tidak sembarang membuang benda yang mengandung api atau mudah terbakar.

Lebih dari itu, di setiap kantor mestinya disiapkan alat pemadam kebakaran. Setiap karyawan dilatih menggunakan alat tersebut sehingga kebakaran bisa dicegah atau diminimalisir.

Siapkan juga mobil kebakaran dan hydrant air yang memudahkan mobil pemadam mengakses air untuk memadamkan api.*
 

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved