"Pating Greges" Sejak Masa Soekarno hingga Era Jokowi

Pada 12 November 1964, Bung Karno selaku Presiden RI melakukan penyemprotan nyamuk malaria secara simbolis

Net
ilustrasi

Oleh Ermi Ndoen
Anggota Forum Academia NTT

POS KUPANG.COM - Dari beberapa blog kesehatan yagn saya baca, ada fakta menarik ketika Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan RI. Menurut cerita dokter Soeharto - dokter kesayangan Ir Soekarno - dua jam sebelum pembacaan teks Proklamasi, sekitar jam 08.00 pagi, 17 Agustus 1945, Bung Karno masih tertidur nyeyak. Ia mengalami "pating greges" atau meriang akibat penyakit malaria yang dideritanya. Soekarno akhirnya terbangun jam 09.00 dan tepat pukul 10.00 pagi, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.

"Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!", ujar Bung Karno yang kemudian langsung kembali ke kamarnya. Malaria masih menyerangnya. Ia masih "pating greges"tapi Indonesia telah merdeka.

Sejarah malaria dan Bung Karno seperti tidak mudah berakhir. Di awal-awal kemerdekaan RI, selain bergulat dengan peperangan mempertahankan kemerdekaan dengan senjata dan diplomasi luar negeri; Indonesia juga harus berperang melawan malaria. Penyakit ini menjadi salah satu "pembunuh" rakyat Indonesia saat itu.

Oleh karenanya pada tahun 1959, Pemerintah membentuk Dinas Pembasmian Malaria (DPM) yang kemudian diubah menjadi Komando Operasi Pembasmian Malaria (KOPEM) pada Januari 1963. Dengan KOPEM, Indonesai bertekat membasmi malaria pada tahun 1970 dengan support dari World Health Organisation (WHO) dan USAID.

Melalui KOPEM, pembasmian malaria secara masif di seluruh Jawa, Bali dan Lampung dilaksanakan. Pada 12 November 1964, Bung Karno selaku Presiden RI melakukan penyemprotan nyamuk malaria secara simbolis di rumah penduduk di Desa Kalasan, sekitar 10 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Momen perang terhadap malaria inilah yang kemudian diperangati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) setiap tahunnya hingga sekarang.

Peperangan terhadap malaria di Pulau Jawa, Bali dan Lampung juga secara signifikan berhasil menurunkan kasus malaria di daerah-daerah tersebut.Itu di era Bung Karno.

Saat ini kita berada di masa kepimpinan Jokowi. Pada tanggal 15 November 2016 diBantul, DI.Yogyakarta, Presiden RI Joko Widodo akan meluncurkan Gerakan MasyarakatHidup Sehat atau disingkat dengan GERMAS.Dua Presiden ternyata memilih Jogyakarta menjadi tuan rumah momen penting pembangunan kesehatan di Indonesia

Germas bertujuan mengajak masyarakat berperilaku sehat agar kesehatan bisa terjaga, terciptalingkungan yang bersih, produktivitas meningkat dan biaya yang dikeluarkan untuk berobat karena sakit akan berkurang.

Hari ini kita menapaki lima puluh dua (52) tahun peringatan Hari Kesehatan Nasional. Tema yang diangkat adalah Indonesia Cinta Sehat:dengan Sub Tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat.Tema ini diangkat untuk membangkitkan kembali pesan-pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help