Imigrasi Atambua Deportasi Anggota Polisi Perbatasan Timor Leste

Kantor Imigrasi kelas II Atambua mendeportasi seorang anggota polisi perbatasan Timor Leste, Alexio Godinho, Jumat (24/2/2017).

Imigrasi Atambua Deportasi Anggota Polisi Perbatasan Timor Leste
Dokumen NR
Tiga warga Timor Leste, saat diamankan tim Intel Korem 161 Wira Sakti Kupang, NTT 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Kantor Imigrasi kelas II Atambua mendeportasi seorang anggota polisi perbatasan Timor Leste, Alexio Godinho, Jumat (24/2/2017).

Alexio dideportasi karena masuk ke Indonesia secara ilegal dan ditangkap di Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur beberapa hari lalu.

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Atambua, Kurniadie kepada wartawan di Atambua, Jumat (24/2/2017) mengatakan, selain Alexio, ada lagi dua warga negara Timor Leste yang dideportasi hari ini yakni Matheus Klacu Bere dan Dulcia Soares.

Mateus Klacu Bere adalah seorang petani tertangkap petugas Imigrasi Atambua usai belanja di Atambua dan akan pulang ke Timor Leste. Matheus dan Alexio tertangkap di desa Sarabau pada Rabu (22/02/2017) sore sedangkan Dulcia Soares Martins tertangkap di perkampungan Kuneru, Kota Atambua Minggu (19/02/2017) lalu.

Dulcia dideportasi karena tinggal di Atambua melebihi ijin tinggal.

"Jadi ketiganya tidak hanya sekedar deportasi saja tapi diusulkan cekal maka ketiganya kedepan tidak boleh lagi masuk ke wilayah indonesia. Saat ini juga ketiganya kami deportasi melalui pintu keluar masuk Motaain," ujarnya.

Menurut Kurniadie, Ketiga WNA tersebut ditangkap dan diproses hukum setelah mendapat laporan masyarakat setempat. Dijelaskan Dua WNA yang tertangkap di Sarabau Rabu sore lalu memiliki dokumen namun masuk ke wilayah indonesia melalui jalan.

pelintasan Turiskain tanpa melapor kepada petugas imigrasi setempat.

"Seharusnya mereka melapor ke petugas Imigrasi sekalipun punya dokumen resmi," ujar Kurniadie.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help