Akses Keuangan Belum Sepenuhnya Dimanfaatkan Masyarakat NTT

OJK NTT telah melakukan berbagai kegiatan edukasi dan perlindungan konsumen selama tahun 2016

Akses Keuangan Belum Sepenuhnya Dimanfaatkan Masyarakat NTT
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI
Acara Pertemuan Tahunan OJK NTT, di Pallacio Ballroom, Aston Hotel Kupang & Convention Center, Kamis (23/2/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rcahmawati

POS KUPANG. COM, KUPANG - Kepala Kantor OJK NTT, Winter Marbun pada acara Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan NTT 2017 menyampaikan mengenai peningkatan literasi keuangan.

OJK NTT telah melakukan berbagai kegiatan edukasi dan perlindungan konsumen selama tahun 2016, yang mencakup, 1 kompetisi majalah dinding bagi SMP dan SMA se-Kota Kupang; 1 training of trainers bagi guru SMP dan SMA se-Kota Kupang; 21 kegiatan edukasi keuangan bagi komunitas-komunitas masyarakat di NTT; 3 seminar keuangan dan waspada investasi bagi instansi dan masyarakat di NTT; 5 expo atau pameran; 1 pelatihan KUR TKI bagi analis kredit bank penyalur KUR TKI; 1 focus group discussion; 1 OJK Goes to Campus dan menerima kunjungan 3 sekolah di kantor OJK Provinsi NTT.

Tingkat literasi dan inklusi keuangan ini, katanya di Aston Hotel & Convention Center, harus terus ditingkatkan. Salah satu kegiatan yang telah dijalankan adalah Bulan Inklusi Keuangan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan. Pada program tersebut OJK bersama-sama dengan lembaga jasa keuangan memperkenalkan industri jasa keuangan kepada masyarakat luas. Kegiatan tersebut disambut baik oleh masyarakat, dan diharapkan dapat terlaksana kembali pada tahun 2017.

Terkait dengan inklusi keuangan, OJK kembali melaksanakan SurveiNasional Literasi dan Inklusi Keuangan pada tahun 2016 lalu dengan melibatkan 9.680 responden dari 34 provinsi atau 64 kabupaten/kota sebagai evaluasi efektivitas program literasi dan inklusi keuangan yang telah dijalankan selama 3 tahun terakhir.

Survei menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan secara umum meningkat dibandingkan tahun 2013.

Tingkat literasi keuangan di Provinsi NTT berada di rentang 25-30% dan tingkat inklusi keuangan yang berada di rentang 60-65% yang artinya akses keuangan yang tersebar diseluruh wilayah Nusa Tenggara Timur belum sepenuhnya dimanfaatkan dan diketahui oleh masyarakat secara umum.

Ia berharap, semua pihak dapat melalui tahun 2017 ini dengan optimisme yang besar bahwa ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan di tahun 2017 ini semakin lebih baik sehingga cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dapat tercapai.*

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved