PosKupang/

Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur Salurkan Tujuh Ribu Ton Pupuk

Distibusi pupuk ini dilakukan melalui tata niaga pupuk dari dua produsen, Pupuk Kaltim dan Pupuk Petrokimia

Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur Salurkan Tujuh Ribu Ton Pupuk
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Antara, Aloysius Lewokeda

POS KUPANG. COM, KUPANG - Dinas Pertanian Nusa Tenggara Timur mengalokasikan tujuh ribu ton pupuk bersubsidi untuk tujuh gudang di daerah setempat yaitu Tenau, Maumere, Reo, Ruteng, Waingapu, dan Tambaloka.

"Distibusi pupuk ini dilakukan melalui tata niaga pupuk dari dua produsen, Pupuk Kaltim dan Pupuk Petrokimia," kata Kepala Dinas Pertanian NTT Yohanes Tay Ruba saat dihubungi Antara di Kupang, Kamis (23/2/2017).

Dia mengatakan pengalokasian pupuk tersebut untuk kebutuhan puncak musim tanam Januari-Maret 2017 yang sedang berlangsung saat ini.

Jenis-jenis pupuk bersubsidi yang disalurkan tersebut yakni pupuk Urea, NPK, SP36, dan Petroganik dengan jumlah yang bervaiasi untuk masingp-masing gudang.

"Masing-masing gudang dialokasikan bervariasi, ada yang 600, 700, atau 1.000 ton untuk stok di gudang dan biasanya kalau kurang maka didatangkan lagi," katanya.

Dia mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi secara ke seluruhan untuk semua kabupaten di Nusa Tenggara Timur sebanyak 55 ribu ton pada 2017.

Yohanes menjelaskan penyaluran pokok tersebut dilakukan dari produsen yang sudah menunjuk para penyalur atau distributor.

Selanjutnya, dsitributor menyalurkan pupuk bersubsidi tersebut ke kios-kios yang ada di setiap daerah dengan kapasitas sesuai dengan skala penjualan.

Dia menjelaskan mekanisme pembelian pupuk bersubsidi dimulai dari kelompok-kelompok petani yang menyusun RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

"RDKK ini sebagai dasar untuk perhitungan dan perencanaan pupuk pada awal tahun. Kemudian menjelang tanam, kelompok melakukan pesanan lagi untuk pembelian melalui kios, selanjutnya ke distibutor dan produsen," katanya.

Setelah pesanan masuk sesuai jenis pupuk, lanjuntya, produsen akan menyalurkan ke kios-kios melalui distributor dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah atau harga eceran tertinggi.

"Harganya berbeda-beda sesuai jenisnya, kalau Urea Rp 1.800 per kilo, Petroganik Rp 500, SP36 Rp 2.300, NPK Rp 2.300," katanya.

Dia menambahkan, penyaluran pupuk berjalan dengan lancar dan pihaknya akan terus memantau stok di setiap gudang sehingga jika terjadi kekurangan maka langsung ditambahkan.

"Akan terus kami pantau sehingga ketika kurang akan didatangkan lagi, jadi ada pupuk keluar untuk petani ada pula yang sedang masuk dari produsen ke gudang," ujar Yohanis Tay Ruba.*

Editor: agustinus_sape
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help