Pilkada DKI Jakarta

Kubu Ahok-Djarot Kebanjiran 2.000 Pengaduan Pilkada

Dalam menjalankan strategi tersebut, Ahok-Djarot sudah bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri

Kubu Ahok-Djarot Kebanjiran 2.000 Pengaduan Pilkada
(ANTARA News/ Arindra Meodia)
Ahok dan Djarot dalam #KonserGue2 di Ex Driving Range Senayan Jakarta, Sabtu (4/2/2017)

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Kubu pasangan Ahok- Djarot mengaku telah merumuskan strategi untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Dalam menjalankan strategi tersebut, Ahok-Djarot sudah bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama tim kampanyenya.

"Saya ketemu sebentar (dengan Megawati), evaluasi untuk merumuskan strategi pilkada putaran kedua. Evaluasi putaran pertama seperti apa," ujar Djarot seusai melakukan pembukaan Roadshow Ngapak Futsal Academy, Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu.

Mengenai strategi yang akan dijalankan untuk menghadapi putaran kedua, Djarot tidak menjelaskan secara detail. "Kami evaluasi kemelemahan, kami sempurnakan," ucap Djarot.

Selama tiga hari terakhir, 16-18 Februari 2017, tim advokasi Ahok-Djarot menerima 2.000 pengaduan dari warga yang kesulitan atau tidak bisa mencoblos saat pemungutan suara pada 15 Februari 2017 lalu.

"Kami sudah terima 2.000 pengaduan, banyak sekali baik yang lewat email, call center, termasuk  yang datang langsung ke Jalan Borobudur No 18, Jakarta Pusat," ucap anggota Tim Hukum dan Advokasi Basuki Djarot, Ronny Talappesy.

Ronny menambahkan 2.000 pengaduan itu akan dibawa ke Bawaslu DKI. Bahkan pihaknya  menyediakan satu bus yang akan membawa perwakilan warga untuk ikut ke Bawaslu DKI.

Warga yang datang ke Jalan Borobudur 18, Jakarta, sebagian besar menggunakan kemeja kotak-kotak merah yang identik dengan tim Ahok-Djarot. Mereka yang datang  langsung disambut dan diberikan formulir untuk menulis data diri serta bentuk-bentuk pengaduan saat menyoblos.

Tari (29), warga Mampang, Jakarta Selatan, melapor tidak bisa mencoblos hanya karena belum menerima e-KTP fisik padahal dirinya sudah terdaftar menggunakan kartu keluarga (KK). "Saya belum dapat e-KTP dari kelurahan dan tidak dapat undangan padahal sudah punya KK,  makanya saya lapor ke sini," imbuh ibu rumah tangga itu. Tari menambahkan apabila nanti ada putaran kedua, ia berharap bisa menggunakan hak pilihnya.

KPU DKI Jakarta telah menyelesaikan real count dari 13.023 TPS pada Jumat malam. Hasilnya, pasangan Ahok-Djarot memperoleh 42,91 persen suara (2.357.587). Anies-Sandi memperoleh 40,05 persen (2.200.636 suara). Pasangan Agus-Sylvi mendapat 17,05 persen ( 936.609 suara).

Tingkat partisipasi masyarakat mencapai 77,1 persen atau 5.563.425 orang. Angka ini jjauh dari target KPU DKI Jakarta yaitu 70 persen partisipasi.Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno mengatakan real count tersebut hanya sebagai pembanding dan sebagai informasi awal kepada masyarakat. (tribunnews/ter/nic)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved