Polisi Minta Ketarangan Tokoh Adat Sumba Terkait Pencemaran Nama Baik Bupati Gidion

Saat ini, lanjut Suhaili, penyidik telah meminta penjelasan kepada pihak yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik Bupati Gidion Mbiliyora. Ora

Polisi Minta Ketarangan Tokoh Adat Sumba Terkait Pencemaran Nama Baik Bupati Gidion
POS KUPANG/JOHN TAENA
Kapolres Sumba Timur, AKBP. Alfis Suhaili, SIK, M. Si. 

Laporan wartawan Pos Kupang, John Taena

POS KUPANG.COM, WAINGAPU -- "Kita akan minta keterangan ke tokoh adat karena di situ menggunakan kata-kata adat, budaya sini (Sumba,red). Yang dipakai kata-kata dalam bahasa daerah," demikian demikian Kapolres Sumba Timur, AKBP. Alfis Suhaili, SIK, M.Si, kepada Pos Kupang.com di ruang kerjanya.

Saat ini, lanjut Suhaili, penyidik telah meminta penjelasan kepada pihak yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik Bupati Gidion Mbiliyora. Orang yang diduga melakukan pencemaran nama baik lewat media sosial tidak berada di Pulau Sumba.

Baca: Bupati Gidion Polisikan Oknum Aktivis Cermarkan Nama Baik Lewat Facebook

"Orang yang diduga melakukan pencemaran nama baik itu, tidak berada di pulau ini tapi sudah kita temui dalam rangka minta penjelasan," katanya.

Pihak Kepolisian, katanya, akan meminta keterangan dari sejumlah tokoh adat yang memahami budaya setempat. Pasalnya kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora, menggunakan bahasa daerah.

Baca: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bupati Sumba Timur

Dikatakanya, "Kita perlu ahli bahasa yang memahami budaya daerah ini (Sumba). Kita butuh tokoh-tokoh adat dan budaya yang memahami kata-kata itu. Ini yang betul-betul kita perlu pertajam sebelum kita menentukan siapa yang akan dijadikan tersangka."*

Penulis: John Taena
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved