Presiden Rodrigo Duterte Dapat Peringatan dari "Penakluk Pablo Escobar"

César Gaviria yang memimpin pertempuran berdarah menumpas kartel narkoba di Kolombia pada awal dekade 90-an

Presiden Rodrigo Duterte Dapat Peringatan dari
AFP PHOTO
Mantan Presiden Kolombia César Gaviria 

POS KUPANG.COM -- César Gaviria yang memimpin pertempuran berdarah menumpas kartel narkoba di Kolombia pada awal dekade 90-an, mengingatkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Menurut mantan Presiden Kolombia itu, perang melawan obat-obatan terlarang tak bisa dimenangkan hanya dengan menerjunkan pasukan bersenjata.

"Menerjunkan lebih banyak serdadu dan polisi di tengah komunitas pengguna obat terlarang tak cuma membuang uang, tapi juga membuat masalah menjadi lebih buruk."

Demikian kalimat yang ditulis Gaviria dalam sebuah kolom yang dimuat di harian the New York Times edisi 7 Februari 2017.

Gaviria menyebut bahwa dia telah mempelajari pengertian itu dengan kerja keras.

César Gaviria menjabat sebagai Presiden Kolombia pada rentang 1990-1994.

Di masa pemerintahannya, Gaviria bekerja sama erat dengan Amerika Serikat, dan sukses mematahkan ikon perdagangan obat terlarang Kolombia, Pablo Escobar.

Gaviria menegaskan, hasil yang dia capai kala itu ditebus dengan pengorbanan luar biasa.

Dia mencatat bagaimana perang yang dilakoninya melawan kartel narkoba menimbulkan beragam persoalan baru, seperti aksi pembunuhan, korupsi, dan menyebarnya persoalan ke negara tetangga.

Saat ini, otoritas keamanan Filipina berdasarkan perintah Presiden Duterte menegakkan metode represif untuk memerangi narkoba.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help