Enam Guru dan Siswa SD Belajar Matematika di Surya Institut

Enam guru dan enam murid Sekolah Dasar (SD) dari Kecamatan Takari dan Kecamatan Amarasi Selatan dibiayai oleh Yayasan Pendidikan Astra untuk belajar m

Enam Guru dan Siswa SD Belajar Matematika di Surya Institut
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Tampak Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, pendiri Surya Institut, Prof. Dr. Yohanes Surya dan Kristianto dari Yayasan Pendidikan Astra di hadapan para pejabat berbicara tentang komitmen memajukan pendidikan dan SDM rakyat Kabupaten Kupang di ruang Rapat Bupati Kupang, Selasa (7/2/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS-KUPANG.COM, OELAMASI -- Enam guru dan enam murid Sekolah Dasar (SD) dari Kecamatan Takari dan Kecamatan Amarasi Selatan dibiayai oleh Yayasan Pendidikan Astra untuk belajar matematika secara khusus di Surya Institut di Tangerang, Jakarta.

"Pemkab Kupang sangat berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Astra yang mau membiayai diklat enam guru dan enam siswa SD untuk belajar matematika dengan metode dan teknik yang sederhana dan gampang di Jakarta," jelas Kadis PPO Kabupaten Kupang, Emanuel M.E. Buan, di sela-sela acara pertemuan Pemkab Kupang dengan Yayasan Pendidikan Astra bersama Surya Institut di ruang Rapat Bupati Kupang, Selasa (7/2/2017) siang.

Enam guru dan siswa SD itu, kata Buan, berasal dari Kecamatan Takari dan Kecamatan Amarasi Selatan. Mereka akan belajar dan berlatih ilmu matematika menurut metode yang gampang dan menyenangkan.

Enam guru dan siswa itu, rinci Buan, yaitu Nuryati Seran, S.Pd dan siswa dampingannya Jesika M. Tamoani (SD Inpres Buraen 2), Ariyanti Seran, S.Pd bersama siswanya Elbert Tagu (SD Negeri Buraen 1) dan Yetrin Louisa Otemusu, S.Pd bersama siswanya Amelia Nahak (SD Sonraen).

Berikutnya, Baitsaida Sophia Soeki, S.Pd bersama siswanya Wihelmina Airo (SD Inpres Bokong 1), Paula Bali Kromen, S.Pd bersama siswanya Merlin Tapatab (SDN Bokong 2) dan Helga Artini Utan bersama siswanya Sayang N. Nakamnanu (SDN Oesusu).

Prof. DR. Yohanes Surya dari Surya Institut menjelaskan siswa dan guru SD itu akan belajar matematika menggunakan metode "Gasing" (gampang, mengasyikkan dan menyenangkan).

"Dengan metode ini, anak cuma butuh 4 bulan untuk menguasai matematika secara keseluruhan jika dibandingkan menggunakan metode konvensional yang bisa membutuhkan waktu 6 tahun belajar," jelas Prof. Yohanes.

Lebih lanjut ia menjelaskan metode gasing adalah metode pembelajaran matematika dengan langkah demi langkah yang membuat anak menguasai matematika secara gampang, asyik dan menyenangkan.

Kunci metode gasing adalah proses langkah demi langkah yang disusun yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya.

"Proses pembelajaran disampaikan dalam teknik bermain, bereksplorasi dengan alat peraga, bernyanyi bahkan bermain game," jelas Prof. Yohanes.

Kristianto dari Yayasan Pendidikan Astra berjanji akan membiayai seluruh biaya hidup termasuk biaya pendidikan dan latihan para guru dan siswa SD asal Kabupaten Kupang ke Surya Institut untuk belajar ilmu pendidikan.

"Yayasan Pendidikan Astra mempunyai komitmen yang tinggi untuk membangun SDM di Provinsi NTT terutama di Kabupaten Kupang. Salah satu dengan membantu dana untuk pendidikan dan latihan bekerjasama dengan Surya Institut," kata Kristianto.

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, dalam kesempatan pertemuan itu mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Surya Institut dan Yayasan Pendidikan Astra yang memiliki komitmen untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Kupang.

"Saya anggap ini berkat dari Tuhan yang luar biasa. Apalagi anak-anak kita dari kampung dikirim ke Jakartas untuk belajar matematika memakai metode belajar yang menyenangkan dan mengasyikkan," jelas Titu Eki senang.

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help