Ketua MPR RI Pesan Anak Harus Sekolah

Ketua MPR RI Bapak Dr Zulkifli Hasan, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Keluarga Penerima Manfaat pada acara Penyaluran Bantuan Sosial non Tu

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Ketua MPR RI Bapak Dr Zulkifli Hasan, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Keluarga Penerima Manfaat pada acara Penyaluran Bantuan Sosial non Tunai Program Keluarga Harapan dan Bantuan Hibah dalam Negeri, di Grand Mutiara Ballroom & Restaurant, Selasa (31/1/2017).

Kehadiran Ketua MPR RI yang langsung bertatap muka dengan para KPM ini memberikan motivasi tersendiri bagi meraka. Dalam sambutannya ia justru memilih untuk lebih banyak untuk bercerita memberikan motivasi agar anak-anak tersu bersemangat untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.

"Bapak-bapak, Ibu-ibu, anak-anak senang kami datang? Tepuk tangan dulu untuk kita. Saya juga senang sekali bisa jumpa dengan bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak sekalian. Saya senang bisa tegur sapa walaupun waktunya singkat," tuturnya sambil menyapa para KPM yang hadir beserta anak-anak prestasi penerima bantuan.

Zulkifli mengatakan sekarang ini terbuka luas untuk putera-puterinya dari mana saja bisa jadi apa saja di republik ini. Boleh dari desa, kota, kepulauan dan dari mana saja terbuka luas.

"Saya ini juga orang dewasa terlahir dari petani di Sumatera. Ini sudah gagah pakai sepatu bajunya bagus, saya dulu nggak pakai sepatu, jalan kaki lima kilo. Bajunya tepo-tepo, saudara Ali Taher dari Solor jauhkah sekarang jadi DPR ketua Komisi VIII, Syahrulan dari Ende jauh ke Jakarta jadi ajudan sekarang jadi anggota DPR. Putra-putrinya bisa juga jadi anggota DPR, walikota, insiyur, camat, bisa jadi apa saja. Yang penting sungguh-sungguh berjuang. Karena tidak ada jalan yang mudah untuk menjadi Ali Taher, Syahrulan, Erico Guteress. Semua itu tidak mudah perlu kerja keras dan bimbingan orangtua," katanya.

Ia mengatakan PKH merupakah Program Keluarga Harapan yang diperuntukkan untuk keluarga dengan 7 persen di bawah garis kemiskinan. Bagaimana caranya memutuskan rantai kemiskinan, yaitu dengan sekolah. Ia berpesan agar apapun kondisi anak-anak harus diusahakan oleh orangtuanya agar anak-anak bisa terus sekolah.

Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu keluarga kurang mampu.*

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help