PosKupang/

Berkembang Berkat Belimbing Bojonegoro Dapat Anugerah Wisata

Berkat belimbing pula, desa itu mendapatkan Anugerah Wisata Jawa Timur pada 2014 untuk kategori wisata buatan tingkat lokal.

Berkembang Berkat Belimbing Bojonegoro Dapat Anugerah Wisata
KOMPAS/ADI SUCIPTO
Agrowisata belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi salah satu daya tarik wisata. Tiketnya Rp 2.000, pengunjung bisa memetik belimbing sendiri dengan harga Rp 10.000 per kilogram atau membeli yang sudah tersedia Rp 8.000-Rp 10.000 per kilogram tergantung ukuran. Jumlah pengunjung pada 2016 hingga 13 November lalu mencapai 138.000 orang, jumlah tersebut naik signiikan dibanding 2015 sebanyak 111.028 orang. Meskipun dalam suasana banjir pada Jumat (2/11/2016) pengunjung pun masih berburu belimbing. 

POS KUPANG.COM -- Belimbing bukan hanya menjadi andalan untuk menggerakkan ekonomi warga Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Berkat belimbing pula, desa itu mendapatkan Anugerah Wisata Jawa Timur pada 2014 untuk kategori wisata buatan tingkat lokal.

Jumlah pengunjung tahun ini hingga akhir November lalu menembus 140.000 orang. Pengunjung meningkat dibandingkan selama 2015 yang sebanyak 118.028 orang.

Sehari setelah Bojonegoro memasuki siaga merah banjir Bengawan Solo, Kamis (1/12/2016) lalu, pengunjung pun masih berdatangan ke Ngringinrejo. Kondisi areal perkebunan belimbing masih becek bekas sisa banjir.

Pedagang belimbing, Mursiah (52), tak lelah menawarkan belimbing kepada semua orang yang datang. Buah belimbingnya digantung dan diletakkan di lapak. Satu kilogram dijual Rp 12.000. Harga bisa didiskon menjadi Rp 10.000 per kg jika membeli lebih dari 10 kg. Buahnya besar-besar dan rasanya manis dan segar.

Mursiah mengelola 40 batang pohon belimbing. Ia menyewa lahan milik Bakri untuk ditanami belimbing dengan harga sewa Rp 50.000 per pohon per tahun. Lahan disewa sejak 2006 dan diperpanjang empat tahun sekali. Sebelum menjadi agrowisata, belimbing dijual di pasar.

Berkat belimbing, Mursiah bisa membeli tanah dan membangun rumah. Ia mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga tamat SLTA, bahkan ada yang kuliah. Ia pun menyisihkan uangnya agar bisa segera menunaikan ibadah haji.

Omzetnya sehari Rp 700.000 sampai Rp 1 juta. Ketika ramai, omzet pernah mencapai Rp 2 juta. Pengunjung biasanya ramai pada akhir pekan, libur Lebaran, dan Tahun Baru.

Kepala Desa Ngringinrejo Muhammad Syafii mengatakan, agrowisata belimbing menumbuhkan ekonomi. Setiap akhir pekan, perputaran uang di desa Rp 60 juta hingga Rp 80 juta.

Awalnya warga meragukan buah belimbing bakal mengubah nasib mereka. Kini banyak yang dihidupi dari belimbing, termasuk 104 petani, 21 pedagang, puluhan pembungkus belimbing, hingga biro perjalanan.

Sebelum 1984, bantaran Bengawan Solo di Ngringinrejo berupa tegalan. Warga hanya mengandalkan palawija. Saat kemarau, lahan itu tidak terjangkau irigasi, sebaliknya saat hujan selalu tergenang banjir luapan Bengawan Solo.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help