Polisi Filipina Culik dan Bunuh WN Korsel, Pemerintah Duterte Minta Maaf

Pemerintah Filipina menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Korea Selatan terkait kasus penculikan dan pembunuhan warga Korsel oleh sejumlah po

Polisi Filipina Culik dan Bunuh WN Korsel, Pemerintah Duterte Minta Maaf
TED ALJIBE / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 

POS KUPANG.COM, MANILA -- Pemerintah Filipina menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Korea Selatan terkait kasus penculikan dan pembunuhan warga Korsel oleh sejumlah polisi di Manila beberapa  waktu lalu.

Jurubicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Ernesto Abella, juga menyampaikan rasa duka cita kepada janda korban yang diidentifikasi sebagai Jee Ickjoo.

Selanjutnya, pemerintah menjamin penegakan hukum akan berlangsung tanpa penundaan demi kepastian keadilan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah dan warga Korsel untuk peristiwa ini," kata Abella dalam konferensi pers, Selasa (24/1/2017).

"Bangsa Korea Selatan, mohon terima permohonan maaf dan rasa bela sungkawa ini," kata dia, seperti dikutip dari AFP. 

Sebelumnya, Pemerintah Korsel telah mempertanyakan kasus terbunuhnya Jee di tangan apenegak hukum Filipina.

Apalagi, pembunuhan ini pun menjadi yang terbaru dari serangkaian kasus kriminal yang dilakukan penjahat maupun teroris terhadap warga Korsel di negara itu.

Kepala Kepolisian Filipina Ronald Dela Rosa mengatakan, dua polisi yang terlibat adalah anggota gugus tugas anti-narkoba, menculik Jee dan seorang pembantunya warga Filipina di rumah korban di Kota Angeles.

Kota Angeles berada di sebalah utara Ibu Kota Filipina, Manila.

Mereka diketahui menggunakan sebuah surat penangkapan palsu dengan intensi menculik dan mendapatkan uang tebusan. 

Halaman
12
Editor: alfred_dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help