Stok Obat Kemoterapi di Kupang Habis

Dokter Domi: Sudah Dipesan

Direktur RSUD Prof.Dr.WZ Johannes Kupang, drg. Dominikus Mere, membenarkan kehabisan obat Novalbin. Begitu juga obat Xeloda dan beberapa jenis obat ka

Dokter Domi: Sudah Dipesan
PK/VEL
drg. Dominikus Mere 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Direktur RSUD Prof.Dr.WZ Johannes Kupang, drg. Dominikus Mere, membenarkan kehabisan obat Novalbin. Begitu juga obat Xeloda dan beberapa jenis obat kanker dan obat umum lainnya.

Dominikus mengaku pihaknya sudah memesan obat dimaksud. "Kami sedang pesan obatnya. Saya titip langsung di Karo Humas yang berangkat ke sana. Dalam waktu dekat obat sudah ada," kata Dominikus, saat dikonfirmasi Pos Kupang, Kamis (19/1/2017) dan Minggu (20/1/2017),

Dominikus menyatakan, pihaknya sudah berupaya mengadakan stok obat yang cukup untuk pasien di rumah sakit. Namun, kebutuhannya selalu bertambah karena jumlah pasien bertambah sehingga selalu mengalami kekurangan.

Bahkan, lanjutnya, rumah sakit kehabisan stok obat, termasuk obat kemo dan cuci darah. "Pemesanan obat kami lakukan terus, namun selalu kurang karena pasien terus bertambah," ujarnya.

Langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini, demikian Dominikus, pihaknya sudah memfasilitasi pembuatan rencana kerja unit di masing-masing unit, termasuk rencana kebutuhan obat kemo selama satu tahun.
Unit kerja di rumah sakit, lanjut Dominikus, mulai menyusun pos pengadaan obat terpisah antara obat umum, obat untuk kemo dan cuci darah sehingga pengadaannya lebih fokus.

"Sebelumnya karena satu pos dengan pengadaan obat lainnya, sehingga tidak fokus. Dan karena makin lama makin banyak yang membutuhkan obat kemo dan cuci darah, sehingga pos obat untuk kemo dan cuci darah harus tersendiri. Semoga sistem ini bisa menjawab persoalan kekurangan stok obat untuk pasien," kata Dominikus.

Ditanya harga obat kemoterapi dan cuci darah, Dominikus mengaku bahwa harga obat kemoterapi itu mahal, sehingga membutuh biaya yang besart. Karena itu, pengadaannya menyedot anggaran untuk obat lainnya.

"Namun mau bagaimana lagi, obat dimaksud harus diadakan karena dibutuhkan," kata Dominikus yang tidak menyebutkan berapa harganya.

Ditanya jumlah pasien kanker apakah mencapai ratusan, Dominikus menjawab banyak, tapi tidak memastikan angkanya.

Ketika Pos Kupang menanyakan lagi Minggu (22/1/2017) siang mengenai obat untuk kemo, Dominikus belum bisa memastikan, apakah obat kanker yang dipesan itu sudah tiba di Kupang atau belum.

"Nanti saya koordinasikan dengan dr. Aleta, ya. Apakah hari ini obatnya sudah tiba di Kupang atau belum," kata Dominikus.

Ia mengatakan bahwa anggaran tahun 2017 untuk pengadaan obat belum ada. Namun, Dominikus berjanji pihaknya terus mengupayakan pemesanan obat untuk melayani pasien di RSUD Johannes Kupang.

Mengenai PPK pengadaan obat hanya satu di RSUD Johannes Kupang untuk melayani seluruh proyek, sehingga pengadaan obat sering terlambat, Dominikus mengatakan, kondisi itu terjadi dulu. "Itu dulu, sekarang tidak lagi," ujarnya. (vel)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved