Stok Obat Kemoterapi di Kupang Habis

Anggaran Pengadaan Obat RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang Rp 20 Miliar

Sesuai perencanaan, kebutuhan anggaran untuk pengadaan obat-obatan di RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang dalam setahun mencapai Rp 20 miliar.

Anggaran Pengadaan Obat RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang Rp 20 Miliar
POS KUPANG/MAKSI MARHO
Wadir Penunjang Pelayanan, dr Aletha Pian 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sesuai perencanaan, kebutuhan anggaran untuk pengadaan obat-obatan di RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang dalam setahun mencapai Rp 20 miliar.

Hanya saja, pengadaan obat dilakukan setiap tiga bulan sekali karena disesuaikan dengan ketersediaan anggaran tersebut.
Demikian Direktur RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, drg Domi Mere melalui Wadir Penunjang Pelayanan, dr Aletha Pian saat ditemui di RSU tersebut, Senin (23/1/2017) siang.

Menurut Pian, pengadaan obat dilakukan tiga bulan sekali supaya pembayaran biaya pembelian obat tidak terlalu membengkak. Karena anggaran rumah sakit juga diperuntukan bagi biaya operasional dan pembayaran uang jasa tenaga medis.

Jika kebutuhan pengadaan obat mendesak tetapi ketersediaan dana pengadaan obat di rumah sakit belum cukup, kata Pian, terpaksa didiskusikan lagi dengan direktur untuk mencari jalan keluarnya.

Tergantung bagaimana pengelolaan keuangan rumah sakit, supaya dana yang tersedia dimanfaatkan terlebih dahulu untuk kebutuhan yang lebih penting dan mendesak.

Mengenai pengadaan obat, kata Pian, dilakukan sesuai perencanaan dengan tambahan cadangan obat 10-20 persen.

Misalnya, kebutuhan obat 50 maka jumlah pengadaan obatnya 50 + 10 persen tambahannya. Hal itu dilakukan sebagai estimasi jika jumlah pasien suatu jenis penyakit melebihi perkiraan.

Jika terjadi peningkatan jumlah pasien, tambah Pian, maka manajemen rumah sakit akan melakukan evaluasi terhadap tingkat kebutuhan obat. Karena obat memang harus selalu tersedia untuk melayani kebutuhan pasien.

Jika pasien membeli obat di luar rumah sakit, kata Pian, maka petugas rumah sakit akan meminta pasien untuk foto copy bukti kuitansi pembelian obat. Supaya pihak rumah sakit mengganti biaya pembelian obat tersebut. Karena ketersediaan obat menjadi tanggung jawab rumah sakit.

Menyinggung soal obat kemoterapi untuk pasien kanker, Pian mengatakan, beberapa waktu lalu memang sempat terjadi kekosongan, tapi bukan semua jenis obat. Kekosongan terjadi hanya satu-dua hari saja karena keterlambatan pengiriman dari Jakarta.

"Memang ada beberapa pasien sempat klaim ke kami. Tapi begitu obatnya ada langsung kami informasikan ke pasien bahwa obat kemoterapi sudah tersedia dan silahkan berobat lagi. Kekosongan obat kemoterapi tidak sampai satu minggu, dan saat diberitakan di koran sebenarnya obat sudah ada dan pelayanan kemoterapi sudah berjalan," kata Pian.*

Penulis: maksi_marho
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved