Kembalikan Kejayaan NTT

Namun seiring berjalannya waktu, ikon NTT sebagai provinsi ternak semakin memudar karena perkembangan

Kembalikan Kejayaan NTT
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Sejumlah sapi betina produktif dijual bebas di Pasar Ternak Sapi di Lili Camplong. Ada sebagian yang diangkut pakai truk oleh saudagar hewan. 

POS KUPANG.COM - Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak dulu terkenal sebagai provinsi ternak. Bahkan pada era tahun 1970 hingga dekade tahun 1980-an, bumi Flobamora NTT terkenal sebagai provinsi pemasok ternak sapi bersama Provinsi Sulawesi Selatan untuk menopang kebutuhan daging secara nasional.

Namun seiring berjalannya waktu, ikon NTT sebagai provinsi ternak semakin memudar karena perkembangan populasi ternak khususnya ternak sapi di NTT tidak cukup sinkron dengan demand (permintaan) pasar yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Bahkan NTT yang dulunya dikenal dan terkenal sebagai provinsi ternak nyaris hanya tinggal sebuah kenangan karena peningkatan populasi ternak di NTT tidak terlalu menggembirakan. Tentu ada begitu banyak faktor penyebab yang membuat populasi ternak di NTT kurang begitu signifikan untuk mememnuhi permintaan daging secara nasional.

Namun tentu kita berkeyakinan masyarakat peternak NTT tetap bekerja keras dengan ditopang pemerintah sebagai fasilitator untuk menggenjot program pengembangan ternak di wilayah NTT.

Terbukti, secara riil salah satu kabupaten di NTT, Kabupaten Ende telah mengantarpulaukan 100 ekor sapi ke Jakarta, sebagai pusat ibukota negara yang paling banyak permintaan ternak sapi untuk kebutuhan sapi pedaging bagi masyarakat di Jakarta dan Pulau Jawa umumnya.

Momen mengantarpulaukan sapi oleh Pemkab Ende patut diberi apresiasi karena bukan karena faktor jumlah atau kuantitas ternak sapi yang diantarpulaukan ke Jakarta, namun Kabupaten Ende yang adalah bagian dari NTT secara konsisten mulai mengantarpulaukan ternak sapi ke Jakarta.

Dengan demikian, tentu kita berharap kabupaten lainnya di wilayah NTT juga bisa secara konsisten mengirimkan ternak sapi untuk menopang stok kebutuhan daging secara nasional. Harapan ini tentu beralasan karena umumnya wilayah NTT baik Pulau Timor, Pulau Sumba, Pulau Flores dan juga Pula Rote, Sabu dan Alor memiliki potensi untuk mengembangkan ternak sesuai kondisi daerah masing masing.

Tinggal sekarang bagaimana komitmen para petani peternak yang mau bekerja berusaha untuk mengembangkan budidaya usaha peternakan, baik ternak besar maupun ternak sedang.
Pemerintah tentu memiliki sejumlah program dan skim bantuan untuk membantu menopang petani peternak yang memiliki komitmen untuk berusaha mengembangkan potensi peternakan yang ada.

Dengan adanya komitmen usaha petani peternak yang ada di 22 kabupaten/kota di NTT, maka hal itu bukan sebuah kemustahilan bahwa Provinsi NTT ke depan bisa kembali pada masa kejayaaannya sebagai provinsi ternak yang mampu menopang stok kebutuhan daging khususnya daging sapi untuk kebutuhan nasional.

Momentum mengantarpulaukan ternak sapi oleh petani peternak yang ada di Kabupaten Ende tersebut diharapkan bisa menjadi penopang dan motivasi bagi semua petani peternak di NTT, dan bisa menjadi pemicu bagi semua stakeholder khususnya instansi teknis untuk terus menggenjot peteni peternak di NTT melalui program riil untuk menopang populasi ternak di NTT dan mengembalikan kejayaan NTT sebagai provinsi ternak yang mampu menopang kebutuhan daging sapi secara nasional.*

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help