Home »

News

» Jakarta

Pilgub DKI Jakarta

Disebut Seperti Penghafal, Ini Respons Agus Yudhoyono

Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono tidak ingin mempersoalkan komentar-komentar yang menyebutnya seperti penghafal dalam debat pertama

Disebut Seperti Penghafal, Ini Respons Agus Yudhoyono
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Calon gubernur DKI Jakarta 2017, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) memaparkan visi misi saat debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono tidak ingin mempersoalkan komentar-komentar yang menyebutnya seperti penghafal dalam debat pertama yang diselenggarakan KPU DKI Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Dia menilai komentar itu dilontarkan oleh pihak yang merasa kalah dalam debat.

"Itu adalah komentar dari orang-orang yang merasa kalah dalam argumen maupun tidak menyangka bahwa saya akan hadir dengan begitu percaya diri," ujar Agus di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1/2017).

Agus menuturkan, banyak pihak yang meremehkannya dan menyatakan dia takut mengikuti debat. Namun, Agus tidak akan memedulikan komentar-komentar tersebut.

"Saya tidak apa-apa, saya tanggapi dengan senyuman saja bahwa sesungguhnya saya hadir tadi malam memenuhi undangan KPUD dan tentunya saya tampilkan apa yang dapat saya tampilkan kepada publik semuanya. Selebihnya biar publik yang menilai," kata Agus.

Politikus PDI-P Masinton Pasaribu sebelumnya mengomentari mengenai apa yang ditampilkan oleh Agus. Menurut dia, dalam debat tadi malam Agus terlihat seperti menghafal.

"Agus seperti penghafal yang baik, tidak mampu mengeksplorasi gagasan yang original, yang asli dari dia sebagai calon pemimpin Jakarta," kata Masinton, Jumat malam.

Selain itu, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, pemimpin seharusnya tidak hanya bermodal hafalan, melainkan memiliki program yang nyata.

"Bahwa untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI diperlukan konsistensi, program nyata, dan keberanian bersikap daripada retorika. Menjadi pemimpin tidak bisa bermodalkan hafalan," ujar Hasto melalui keterangan tertulisnya, Sabtu pagi (Nursita Sari)

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help