Pos Lintas Batas Negara di Motaain Angkat Wajah NKRI

Bupati Willy berharap, dengan adanya PLBN di Motaain, pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Pos Lintas Batas Negara di Motaain Angkat Wajah NKRI
POS KUPANG/EDY BAU
Alat deteksi X-Ray di terminal keberangkatan PLBN Motaain 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA --Peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain oleh Presiden RI, Joko Widodo, Rabu (28/12/2016), mengangkat wajah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya NTT dan Kabupaten Belu di mata masyarakat internasional.

Demikian Bupati Belu, Willy Lay kepada wartawan di kantornya di Atambua, Selasa (27/12/2016). Sebagai bupati, lanjut Willy, dirinya bangga dengan adanya bangunan (PLBN) yang representatif tersebut. "Ya, kita harus bangga. Betul-betul bangga. Dulu muka kita tidak terangkat, sekarang membuat muka kita jadi terangkat. Jadi, Merah Putih di dadaku," kata Bupati Willy Lay.

Bupati Willy berharap, dengan adanya PLBN di Motaain, pelayanan kepada masyarakat semakin baik. "Semoga dengan kantor baru ini semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang mau menyeberang ke Timor Leste," katanya.
Ia juga berharap dengan diresmikannya PLBN Motaain wisatawan mancanegara yang lewat Timor Leste akan lebih banyak lagi datang ke Kabupaten Belu.

Sebelumnya, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya menjelaskan, kunjungan Presiden Jokowi ke NTT untuk meresmikan Gedung Kantor Gubernur NTT di Jalan El Tari Kupang "Pada Rabu (28/12/2016) Pak Presiden akan berangkat ke Kabupaten Belu untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negera (PLBN) di Motaain. Dalam jadwal yang kami terima seperti itu, meresmikan Gedung Kantor Gbernur NTT dan PLBN di Motaain," kata Lebu Raya.

Selain meresmikan PLBN di Mota'ain, demikian Lebu Raya, Presiden Jokowi juga melihat perkembangan pembangunan PLBN di Motamasin, Kabupaten Malaka.
Sedangkan ground breaking Bendungan Napunggete di Kabupaten Sikka, lanjut Lebu Raya, pihaknya belum mendapat kepastian kapan dimulai.

Gubernur menyebut tidak ada persoalan mendasar, kecuali masalah tanah. "Sesungguhnya pembayaran tanah itu agak terlambat karena proses yang dilakukan untuk memastikan kepemilikan lahan dan luas lahan," katanya.

Gubernur mengatakan, dana pembangunan bendungan itu sudah ada, hanya saat ini pihaknya harus mempersiapkan secara matang semua hal yang berkaitan dengan proses pembangunan itu. "Jangan sampai di kemudian hari pemerintah yang mendapat masalah," ujarnya.

Kepada wartawan di Kupang, Senin (26/12/2016), Kepala Biro Humas Setda NTT, Drs. Semuel Pakereng mengatakan, kunjungan kerja Presiden Jokowi di Kabupaten Belu kemungkinan sekitar 10 jam. Selama di sana, Presiden Jokowi, selain meresmikan PBLN Motaain di Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu dan akan meninjau pembangunan PLBN di Motamasin, Kabupaten Malaka.

Pakereng menjelaskan, agenda lain Presiden Jokowi di Belu adalah memberikan makanan tambahan di Puskesmas Silawan lalu menyerahkan sertifikat tanah untuk 1.500 orang yang diwakili 14 orang di lapangan bolakaki Silawan.

Setelah itu, lanjut Pakereng, menggunakan helikopter Presiden Jokowi menuju Motamasin di Kabupaten Malaka untuk melihat pembangunan PLBN Motamasin.
Dalam jadwal yang diperoleh Pos Kupang, Presiden Jokowi akan berangkat dari Kupang menuju Belu, Rabu (28/12/2016) pukul 08.00 Wita.

Ikut dalam rombongan Presiden Jokowi dan Ibu Negara, Ny Iriana Joko Widodo, antara lain Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo; Menteri Pekerjaan Umum, Basoeki Hadimoeljono, Komandan Paspampres, Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, dua Staf Khusus Presiden, yaitu Sukardi Rinakit dan Gories Mere serta Kepala Biro Protokol, M. Ari Setiawan. (roy/yel/yon)

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help