Kepala Badan Pengelola Perbasatan Provinsi NTT Pantau Kondisi PLBN Motaain

Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Provinsi NTT, Paul Manehat meninjau PLBN Motaain, Minggu (18/12/201

Kepala Badan Pengelola Perbasatan Provinsi NTT Pantau Kondisi PLBN Motaain
POS KUPANG/EDY BAU
Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Provinsi NTT, Paul Manehat didampingi Kades Silawan, Ferdi Mones saat meninjau PLBN Motaain, Minggu (18/12/2016). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Provinsi NTT, Paul Manehat meninjau PLBN Motaain, Minggu (18/12/2016).

Peninjauan ini untuk memastikan kondisi PLBN pasca munculnya pemberitaan beberapa waktu lalu bahwa jalan masuk PLBN Motaain digenangi air lantaran tidak ada drainase.

Gedung terminal keberangkatan PLBN Motaain
Gedung terminal keberangkatan PLBN Motaain, Jumat (9/12/2016).

Saat memantau kondisi PLBN, Manehat didampingi Kepala Desa Silawan, Ferdi Mones serta petugas dari PT. Waskita Karya bernama Anas. Manehat melakukan pemantauan dari jalan masuk, hingga gerbang utama PLBN.

Kepada Pos Kupang saat melakukan pemantauan, Manehat menjelaskan, dirinya datang untuk memantau langsung kondisi PLBN yang sesuai rencana akan diresmikan Presiden Jokowi.
Hasil pantauannya itu, lanjut Manehat, akan segera dikoordinasi dengan pihak terkait agar segera menangani masalah-masalah terkait teknis termasuk genangan air di jalan masuk PLBN.

"Kita segera koordinasi untuk tangani masalah ini. Kita tahu bahwa sebelumnya tidak diperhitungkan karena sebelumnya tidak ada riwayat banjir di sini. Kita sudah lihat langsung kondisinya Makanya ini segera kita fasilitasi untuk tindaklanjuti," ujarnya.

Pantauan Pos Kupang, Minggu (18/12/2016), satu sisi jalan masuk PLBN sudah dikeruk sehingga air tidak lagi menggenangi badan jalan. Air yang mengalir dari perumahan warga dialirkan menuju sisi bangunan PLBN, lalu menyatu dengan saluran bangunan PLBN dan dialirkan menuju laut. Rumah warga sekitar yang sebelumnya digenangi air pun sudah berkurang.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved