BMPS Fokus Bongkar Diskriminasi PPDB 2017

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT bertekad membongkar diskriminasi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah swasta p

Laporan Wartawan Pos Kupang, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT bertekad membongkar diskriminasi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah swasta pada tahun ajaran 2017 mendatang.

Upaya ini dilakukan agar penerimaan siswa baru tidak didominasi di sekolah-sekolah negeri.

Hal inai disampaikan Ketua Umum BMPS NTT, Winston Rondo saat jumpa pers dengan wartawan, Kamis (15/12/2016).

Didampingi Sekretaris Umum BMPS NTT, Drs. Petrus Pati Bokol. Winston menjelaskan, BMPS NTT hadir untuk membantu pendidikan swasta di NTT mulai dari TK-PAUD dan SMA/SMK swasta di NTT.

"Kami ini fokus mengurus sekolah swasta, bukan Perguruan Tinggi. Selama ini kita melihat ada diskriminasi terhadap proses penerimaan siswa baru di sekolah swasta terutama sekolah menengah," kata Winston.

Kondisi tersebut, lanjut Winston, menyebabkan tidak sedikit sekolah swasta di Kota Kupang dan umumnya di NTT mengalami kekurangan siswa baru. Bahkan, menurutnya, ada sekolah swasta yang nyaris ditutup akibat ketiadaan siswa baru.

"Inilah kondisi pendidikan di NTT khususnya di Kota Kupang yang akan diperhatikan pertama oleh BMPS NTT. Kita ingin agar pelaksanaan PPDB nanti lebih adil dan selektif, sehingga mutu terjamin dan tidak mematikan sekolah swasta. Kita akan benahi sistem dan perkuat dan mendorong adanya Perda penyelenggaran pendidikan," katanya.

Dijelaskan, BMPS NTT sebenarnya sudah hadir sejak beberapa waktu lalu, namun vakum,sehingga saat ini kembali diaktifkan. "Karena itu, kepengurusan yang sudah kami bentuk ini dengan jangka waktu dari 2016-2021 ini akan dilantik dan rencananya pada Sabtu (17/12/2016). Kami hadir untuk memperjuangkan kesetaraan yayasan dan sekolah swasta sama dengan sekolah negeri di NTT, yang selama ini seolah-olah didiskriminasi terutama saat penerimaan siswa baru," jelasnya.

Sekretaris Umum BMPS NTT, Drs. Petrus Pati Bokol mengatakan, selama ini ada anggapan bahwa apabila semakin banyak siswa, dampaknya pada dana BOS yang masuk.

"Karena itu, hadirnya BMPS ini bisa akomodir sekolah swasta dalam hal PPDB nanti," ujarnya.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help