FSR Minta Tebusan Hingga 7 Juta

Untuk menjadi tenaga kontrak propinsi ke lima orang tersebut FSR meminta untuk membayar tebusan hingga masing-masing mencapai 7 juta.

FSR Minta Tebusan Hingga 7 Juta
Shutterstock
Suap. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Robert Ropo

POS KUPANG.COM, BORONG -- Sebanyak lima orang warga yakni empat orang dari desa Liang Deruk dan satu orang dari desa Nampar Tabang di kecamatan Lamba Leda kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga ditipu oleh salah satu oknum berinisial FSR (Fransiskus Sales Rakat) untuk memasukan mereka menjadikan tenaga kontrak propinsi.

Untuk menjadi tenaga kontrak propinsi ke lima orang tersebut FSR meminta untuk membayar tebusan hingga masing-masing mencapai 7 juta.

Keluarga dari kelima orang korban, Damianus Rion Warga desa Golo Munga ketika menghubungi Pos Kupang, Senin (12/12/2016) malam, mengatakan, bahwa kelima orang yang diduga menjadi korban itu telah mengumpulkan uang hingga masing-masing 7 juta.

Uang tersebut digunakan untuk kepentingan administrasi dan lainya.

Rion mengatakan, sesuai dengan janji FSR kelima orang itu, tiga diantaranya untuk nantinya akan menjadi penjaga sekolah di salah satu SMP di Kupang dan dua diantaranya ditipu untuk menjadi tenaga kontrak propinsi.

Dikatakan Rion, namun FSR ini keberadaan tidak jelas, kini FSR berada di Bali.

"FSR ini pernah dulu guru SMP negeri 4 di Kupang. FSR ini juga pernah masuk penjara katanya karena ada kasus pemalsuan dokumen, sekarang tidak tahu FSR kerja dimana, kemarin dia telepon para korban katanya di berada di Bali", ungkap Rion. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved