Tak Ada Penyokong, Jalan Roe - Malagaro Terancam Putus

Hujan semalam suntuk yang mengguyur Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo menyebabkan pengikisan pada beberapa ruas jalan di Kota Mbay dan sekitarnya.

Tak Ada Penyokong, Jalan Roe - Malagaro Terancam Putus
POS KUPANG/ADIANA AHMAd
Tiga Anggota DPRD Nagekeo, Arnold Ju Wea (oaling dekat dengan kamera), Antonius Moti (tengah) Wenslaus Ladi Ligo ketika mengunjung lokasi longsor di ruas jalan Roe - Malagaro, Senin (5/12/2016).

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Hujan semalam suntuk yang mengguyur Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo menyebabkan pengikisan pada beberapa ruas jalan di Kota Mbay dan sekitarnya.

Salah satunya, Jalan Roe - Malagaro yang baru dikerjakan tahun 2015 lalu. Di sisi Timur jalan, terjadi pengikisan yang meyebabkan longsor.

Anggota DPRD Nagekeo dari Golkar, Antonius Moti ketika berkunjung ke lokasi longsor di Ruas Jalab Roe-Malagaro, Senin (5/12/2016) sore, mengatakan, pengikisan terjadi akibat tidak ada bangunan minor penyokong badan jalan.

"Bagaiamana buat perencanaaabn tidak sekaligus dengan bangunan minor seperti drainase dan bahu jalan. Kalau tidak ada drainase atau bahu jalan begini sudah akibatnya," kata Anton.

Selain pengikisan yang menyebabkan sisi kiri kanan jalan ambruk, kata Anton, hujan juga membawa material ke badan jalan sehingga menyebabkan penumpukan di badan jalab dan menganggu lalu lintas pengguna jalan.

Anton yang saat itu bersama Anggota DPRD Nagekeo dari PKPI, Arnold Ju Wea dan Anggota DPRD Nagekeo dari Fraksi Hanura, Wenslaus Ladi, mengatakan, di lokasi penumpukan material dan lokasi longsoran seharusnya ada deker karena ada aliran sungai yang ketika hujan air akan meluap.

"Kalau ada deker dan drainase, air huja yang mengalir dari sungai kering itu bisa dialihkan ke temlat lain. Tidak harus masuk ke badan jalan dan merusak badan jalan," demikian Anton.

Ia mengatakan tahun 2017, Pemda Nagekeo memang mengalokasikan lagi anggaran senilai Rp 3,5 miliar untuk menuntaskan pembangunan tuas jalan tersebut.

"Saya tidak tahu apakah dalam anggaran Rp 3,5 miliar itu ada anggatan untuk drainase dan bahu jalan? Jika tidak maka kita akan bergeram di tempat. Tahun berikutnya, kita mau bangun di tempat lain, jalan yang ada rusak lagi," tegas Anton.

Ia meminta Dinas PU Nagekeo memberikan perhatian serius terhadap ruas jalan tersebut sehingga pemanfaatan jalan tersebut bisa lebih lama.

Pengikisan juga terjadi ruas jalan Aemali-Danga. Penyebabnya juga sama, ketiadaan bangunan pendukung seperti drainase dan bahu jalan. *

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help