Berpeluh Asap di Minahasa demi Cakalang Fufu

Masyarakat di pesisir pantai diuntungkan dengan hal itu karena menjadikan hasil laut sebagai salah satu mata pencarian.

Berpeluh Asap di Minahasa demi Cakalang Fufu
Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Jefry, sedang menyelesaiakan olahan Cakalang fufu, di tempat pengolahan mereka di Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. 

POS KUPANG.COM, MANADO -- Salma bersama suaminya Jefry sore itu berpeluh di antara asap yang dihasilkan dari pemanggangan di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Ini adalah rutinitas yang telah mereka jalani selama lebih kurang 30 tahun terakhir.

Saban hari suami istri ini mengolah cakalang fufu. Penganan ini menjadi salah satu menu wajib yang dianjurkan untuk dicicipi kala bertualang di Sulut.

"Ini lagi fufu cakalang, besok subuh harus dibawa ke pasar, tiap hari begini dengan asap terus," ujar Salma beberapa waktu lalu saat ditemui Kompas.com.

Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) atau tongkol putih memang hasil tangkap laut yang melimpah di Sulut yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan laut.

Masyarakat di pesisir pantai diuntungkan dengan hal itu karena menjadikan hasil laut sebagai salah satu mata pencarian. Belang berada di wilayah pesisir pantai sebelah selatan Minahasa. Ratusan perahu nelayan dan puluhan kapal ikan berbagai tipe terparkir di perairan Belang setiap hari.

Mereka melaut hingga ke perairan Gorontalo dan membawa pulang 3 hingga 4 ton cakalang selama tiga hari melaut. Jika lagi beruntung, satu kapal penangkap ikan bisa membawa hasil tangkapan hingga 8 ton ikan segar.

Saat kembali ke dermaga Belang, ikan-ikan segar ini telah dinanti para pengusaha industri rumah tangga ikan asap atau yang dikenal dengan cakalang fufu, termasuk Salma dan Jefry.

Fufu dalam bahasa Manado berarti dipanggang (diasap). Para pengusaha ini membeli ikan segar cakalang dari para nelayan seharga Rp 17.500 per kilogram.

Salma, beberapa waktu lalu saat ditemui di Belang, mengaku setiap hari bisa membeli sebanyak 1 ton ikan cakalang untuk diolah di tempat pengolahan tradisionalnya. Dari usaha cakalang fufunya itu, Salma dan Jefry telah mampu membangun rumah dan menyekolahkan anak-anak mereka.

Kini, mereka bahkan telah memiliki mobil sendiri yang digunakan mengangkut dagangannya untuk didistribusikan ke pasar-pasar tradisional di Minahasa.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help