Nurdin : "Pak Hakim, Saya Tidak Mencuri, Bebaskan Saya, Anak Saya Tidak Ada yang Merawat"

Catatan tersebut salah satunya adalah tidak ditemukannya fakta, saksi dan bukti kuat yang menunjukkan terdakwa mencuri buah kelapa sawit

Nurdin :
Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Nurdin saat menjalani sidang perdana di PN Tasi, Seluma, Bengkulu 

POS KUPANG.COM, BENGKULU -- Terdakwa Nurdin (60), petani sawit di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, yang dituduh mencuri buah kelapa sawit milik PT Agri Andalas saat ia memanen di kebun miliknya sendiri meminta hakim'>majelis hakim membebaskan dirinya karena ia tidak mencuri.

Sebelumnya, kuasa hukum Nurdin dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Respublica, Fitriansyah dan Fahmi Arisyandi, membacakan 35 halaman berkas pembelaan (pledoi) berisikan keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam pledoi itu terdapat beberapa catatan yang menjadi keberatan kuasa hukum dan terdakwa Nurdin. Catatan tersebut salah satunya adalah tidak ditemukannya fakta, saksi dan bukti kuat yang menunjukkan terdakwa mencuri buah kelapa sawit milik PT Agri Andalas.

Kuasa hukum menyatakan bahwa dakwaan JPU tidak terbukti secara sah dan meyakinan oleh karenanya meminta terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan. Mengeluarkan terdakwa dari dalam tahanan dan membebankan biaya perkara pada negara.

Dalam pledoi disebutkan bahwa barang bukti yang dihadirkan adalah sebilah parang. Namun faktanya, dalam memanen sawit, terdakwa menggunakan egrek/dodos.

Kuasa hukum beranggapan barang bukti tidak berhubungan dengan perkara.

Kuasa hukum dan terdakwa menyatakan agar hakim'>majelis hakim menerima pledoi tersebut.

Terdakwa Nurdin di hadapan hakim berulang kali menyatakan dirinya tidak mencuri buah sawit milik perusahaan dan meminta hakim membebaskannya.

"Pak hakim, saya tidak mencuri sawit milik perusahaan, bebaskan saya, anak saya sendirian tidak ada yang merawat," pinta Nurdin.

Majelis hakim menyatakan sidang putusan Nurdin akan digelar pada Senin (5/12/2016).

Nurdin merupakan seorang petani yang ditangkap polisi karena dituduh mencuri buah kelapa sawit milik PT Agri Andalas.

Terdakwa mengklaim saat itu ia sedang memanen buah sawit di kebun miliknya sendiri. (Kompas.Com)

Ikuti kami di
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help