PosKupang/

Menguji Nyali Perempuan Menari di Atas Pedang Tanpa Terluka Lewat Tarian Burake

Tarian ini membutuhkan nyali besar dari para penari atau To Burake karena mereka harus menari di atas sebilah parang yang tajam tanpa terluka.

Menguji Nyali Perempuan Menari di Atas Pedang Tanpa Terluka Lewat Tarian Burake
Kontributor Polewali Mandar, Junaedi
Tari Burake adalah salah satu jenis tarian unik dan langka yang masih terus dilestarikan masyarakat di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tarian ini membutuhkan nyali besar dari para penari karena mereka harus menari di atas sebilah parang yang tajam tanpa terluka. 

POS KUPANG.COM, MAMASA --Tari burake adalah salah satu jenis tarian unik dan langka yang masih terus dilestarikan masyarakat di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Tarian ini membutuhkan nyali besar dari para penari atau To Burake karena mereka harus menari di atas sebilah parang yang tajam tanpa terluka.

Tarian tradisonal ini tidak hanya dicintai warga Mamasa, terutama keturunan To Burake, tetapi juga memikat hati para wsiatawan mancanegara.

Tarian ini sudah beberapa kali mendapat undangan untuk tampil dalam berbagai momentum acara keheormatan di luar negeri.

Di antara sekian banyaknya tari-tarian tradisonal yang berasal dari Kecamatan Balla, tari Burake paling jarang dipertontonkan di muka umum.

Sebab, tarian ini mempertontonkan gerakan ekstrem yang dilakukan penari perempuan, yakni menari di atas sebilah parang tajam tanpa terluka.

Tari ini hanya dilakukan warga dalam sebuah acara hajatan atau syukuran di Kecamatan Balla, Mamasa. Tarian ini biasanya dipertunjukan jika seorang warga, lelaki atau perempuan yang telah memenuhi atau nazarnya terkabul.

Salah satu nazar yang dimaksud misalnya, seorang lelaki atau perempuan selesai membangun sebuah rumah ukir Mamasa, salah satu rumah kebanggaan dan lambang sosial bagi masyarakat Mamasa, maka pemilik nazar akan menggelar acara syukuran besar dan menggelar pertunjukan tari Burake.

"Warga yang telah menunaikan hajatannya, atau cita-citanya tercapai biasanya mereka menggelar acara syukuran, termasuk menggelar pertunjukan tarian sakral to Burake," jelas Daen Mangadi, kordinator sanggar seni sadar Wisata Desa Balla Satanetean, saat ditemui usai pementasan tari Burake di Dusun Tumangke, Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sabtu (26/11) pekan lalu.

Atraksi penari perempuan di atas sebilah pedang tajam bermakna mengikis habis segala bentuk keburukan anggota keluarga sebelum acara syukuran dimulai. Tari ini digelar agar persembahan syukuran warga diterima Tuhan dan anggota keluarga diberkati.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help