BM Memilih Hadiri Sidang DPRD Malaka Ketimbang Penuhi Panggilan Penyidik Polres Belu

Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan SMKN Kobalima, Kabupaten Malaka, BM lebih memilih menjalankan perannya sebagai anggota DPRD Malaka untuk me

BM Memilih Hadiri Sidang DPRD Malaka Ketimbang Penuhi Panggilan Penyidik Polres Belu
Net
Markas Polres Belu di Atambua NTT 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan SMKN Kobalima, Kabupaten Malaka, BM lebih memilih menjalankan perannya sebagai anggota DPRD Malaka untuk menghadiri sidang pembahasan anggaran ketimbang harus memenuhi panggilan penyidik Polres Belu untuk diperiksa sebagai tersangka pada Rabu (30/11/2016).

BM yang dihubungi Pos Kupang melalui ponselnya dari Atambua ke Malaka, Rabu (30/11/2016) mengatakan, dirinya tidak bisa memenuhi panggilan polisi hari itu karena harus menghadiri rapat di Kantor DPRD Malaka.

"Saya ada sidang banggar maka hari sabtu baru datang untuk minta keterangan tambahan," jawabnya.

Dia enggan berkomentar lebih jauh terkait status tersangka yang disandangnya dan mengaku siap mengikuti proses yang sudah berjalan.

Kapolres Belu, AKBP Michael Ken Lingga melalui Kasat Reskrim, AKP Ricky Daly kepada Pos Kupang, Rabu (30/11/2016).

Dikatakannya, karena BM tidak hadir untuk diperiksa pada hari itu, pihaknya sudah mengeluarkan surat panggilan kedua untuk diperiksa pada Sabtu mendatang.

BM yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Malaka ini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi SMKN Kobalima tahun anggaran 2012 lalu. Dia jadi tersangka atas perannya sebagai Kepala sekolah waktu itu.

Berdasarkan hasil audit BPKP terhadap kasus dugaan korupsi proyek dana pengembangan SMK unggul pada SMKN Raihenek, Kobalima menemukan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp 405. 108.381 dari pagu dana APBN tahun 2012 sebesar Rp. 4.957.000.000.*

Ikuti kami di
Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help