Bisnis Campur Politik Jadi Rusak

Mantan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Amos Corputty berpendapat pelaksanaan RUPS luar biasa dalam dunia perbankan merupakan hal yang biasa.

Bisnis Campur Politik Jadi Rusak
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI TOHRI
Plt Dirut Bank NTT Eduardus Bria Seran dan Komisaris Independe Piet Djemadu menggelar jumpa pers di Bank NTT Pusat, Selasa (29/11/2016). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Mantan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Amos Corputty berpendapat pelaksanaan RUPS luar biasa dalam dunia perbankan merupakan hal yang biasa.

RUPS luar biasa Bank NTT merupakan tindaklanjut dari RUPS di Labuan Bajo, Mei 2016 lalu.

Kepada wartawan di Kantor Bank NTT, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Selasa (29/11/2016), Amos Corputty menjelaskan, pelaksanaan RUPS luar biasa sudah melewati mekanisme yang berlaku.

Baca: Mantan Dirut Bank NTT: Tidak Ada Masalah yang Perlu Dikhawatirkan

Baca: RUPS Berhentikan Daniel Tagu Dedo, Bria Seran Jabat Plt Dirut Bank NTT

Sebelumnya sudah ada teguran dari komisaris kepada direksi. RUPS luar biasa membahas lagi laporan yang masuk.
Diakuinya, pada RUPS di Labuan Bajo sudah dibahas tentang niat Daniel Tagu Dedo maju sebagai calon gubernur.

Hak politik Daniel menjadi calon gubenur tidak boleh dihalangi, tetapi sebaiknya jangan mencampuradukan dengan posisinya di Bank NTT.

"Sementara menjabat Dirut ya sebaiknya berhenti menjalankan hak politik. Bank ini bisnis, jadi kalau sudah dikontrak kelola memimpin Bank NTT selama masa tertentu, maka selesaikan dulu, jangan kaitkan dengan politik. Kalau bisnis campur politik jadi rusak," kata Amos.

Pelaksanaan RUPS luar biasa, jelas Amos, tentu karena ada hal yang tidak beres.

"Kalau forum RUPS bilang ganti semua ya ganti, ganti satu ya satu. Teguran sudah ada dari komisaris, termasuk teguran keras sehingga digelar RUPS luar biasa ini. Harapan saya bank ini harus sehat. Waktu zaman saya, penyerahan dalam keadaan sehat. Kalau sekarang orang bilang prestasi karena ada penghargaan, itu siapa saja bisa berikan. Penghargaan sudah ada dari zaman saya dulu. Makanya harapan saya, calon dirut nanti harus profesional dari perbankan," tambahnya. (yon)

Ikuti kami di
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help