Home »

Video

Astaga! Ibu dan Anak Dibakar saat Tertidur Pulas

Kejadian pilu menimpa keluarga Haliamsyah warga Nagori Bandar, Kecamatan Bandar Simalungun, Sumatera Utara.

POS KUPANG.COM, SIANTAR -- Kejadian pilu menimpa keluarga Haliamsyah warga Nagori Bandar, Kecamatan Bandar Simalungun, Sumatera Utara. 

Istrinya Nur Intan Rambe (45) dan anaknya Fatia Maharani (13), dibakar ketika tertidur pulas di rumahnya, Selasa (29/11/2016).

Kejadian ini mengakibatkan Nur Intan Rambe yang mengalami luka bakar 99 persen meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit di Kota Pematangsiantar, sedangkan Fatia Maharani pergelangan kaki kanannya terbakar.

Isak tangis dari para pelayat terdengar jelas dari rumah duka. Tiga anak Nur Intan dan Haliamsyah juga hanya bisa menangis dan sesekali menciumi jenazah dari Nur Intan yang sudah dibalut kain kapan.

Para pelayat yang hadir bukan hanya berasal dari sekitar daerah tersebut, dari daerah lain pun turut hadir yang mendengar kejadian yang memilukan tersebut, walaupun tidak mengenal keluarga tersebut.

Saat Tribun mengunjungi kamar Nur Intan bau bensin langsung menyengat dan persis di bagian kamar, di mana Nur Intan dan anaknya tidur, cairan berbau bensin masih terlihat. Bekas bakaran di kasur dan selimut-selimut korban tampak jelas

Rumah maupun kamar dari Nur Intan tampak berantakan karena saat Nur Intan terbakar para warga mengambil apa saja dari rumah yang bisa memadamkan api ditubuh Nur Intan.

"Semalam berlomba-lomba orang datang mau memadamkan, makanya berantakan rumah ini," ujar Ramadan, tetanga korban.

Para tetangga Nur Intan menyampaikan bahwa Nur Intan berteriak keluar rumah rumah dengan tubuh terbakar sehingga para warga langsung berdatangan memberikan pertolongan, dan menurut penjelasan Nur Intan saat masih hidup, nur intan menyampaikan bahwa dirinya disiram bensin saat tertidur.

Haliamsyah, suami dari Nur Intan yang tampak bersedih awalnnya enggan diwawancarai oleh wartawan, namun ketika bersama Kapolsek Pardagangan, ia pun bercerita bahwa kejadian yang menimpa istrinya terjadi ketika dirinya tengah bekerja.

Ia mengatakan dirinya bekerja pada malam hari, dan sebelum berangkat dia masih sempat bercengkrama dengan istrinya di rumah.

"Saya kerjanya bongkar muat malam-malam. Saat kerjalah saya diberi tahu satpam bahwa ada kejadian dengan istri saya. Sampe di rumah istri saya sudah tergeletak," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa sebelum pergi dari rumah, ia masih berbincang-bincang dengan istrinya, dan ia merasa sangat terpukul dengan kejadian yang meninmpa istrinya tersebut.

"Padahal masih ada kami cerita-cerita sebelum aku pergi kerja. Sedih kali. Pakai bensin dia dibakar. Saya berharap pelaku ditangkaplah cepat," ujarnya.

Belum diketahui modus dari pembakaran ini, kepada Kapolsek Pardagangan, AKP Asmara yang berada di rumah duka, Haliamsyah meminta pelaku yang membakar istri dan anaknya segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. (Tribun Medan, Royandi)

Ikuti kami di
Editor: alfred_dama
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help