Kisah Penyunat Perempuan di Sebuah Negara Afrika

Praktik ini sudah dilarang di beberapa negara di Afrika, tapi tidak di Sierra Leone. Bahkan, penyunat di negara ini masih bangga dengan profesi mereka

Kisah Penyunat Perempuan di Sebuah Negara Afrika
BBC
Memunatu Turay salah satu penyunat di Sierra Leone. 

POS KUPANG.COM, FREETOWN -- Lebih dari 200 juta wanita dan anak perempuan telah menjalani sunat perempuan.

Praktik ini sudah dilarang di beberapa negara di Afrika, tapi tidak di Sierra Leone. Bahkan, penyunat di negara ini masih bangga dengan profesi mereka. Memunatu Turay, salah satunya.

"Saya sudah menyunat ratusan anak perempuan," kata Memunatu Turay dengan bangga.

"Tapi saya tidak bisa memberi tahu anda persisnya bagaimana saya menjalankan tradisi kuno ini, kecuali kalau anda bergabung dalam komunitas rahasia kami," kata dia.

Memunatu Turay mengungkapkan itu kepada wartawati BBC yang mewawancarainya.

Senyuman lebar tersungging di wajahnya saat dia melihat raut wajah ketakutan dari si wartawati.

"Ayo ikut saya," kata dia. "Saya bisa menyunat anda, dan dengan begitu saya bisa memberi tahu Anda apa yang ingin anda ketahui."

Memunatu dengan jelas menikmati percakapan itu, dan akhirnya dia tertawa terbahak-bahak. 

Wawancara itu terjadi di rumahnya di daerah kumuh di Freetown bagian barat.

Sebuah foto putrinya yang mengenakan toga tergantung di tempat yang dibanggakan di dinding berwarna kuning cerah.

Halaman
1234
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved