KM Cahaya Putri Abadi Tenggelam Dihantam Gelombang, 4 Penumpang Kapal Belum Ditemukan

Kapal barang KM Cahaya Putri Abadi (CPA) rute Pelabuhan Maropokot, Nagekeo, NTT menuju Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengalami musibah setelah dihantam

KM Cahaya Putri Abadi Tenggelam Dihantam Gelombang, 4 Penumpang Kapal Belum Ditemukan
Ist
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kapal barang KM Cahaya Putri Abadi (CPA) rute Pelabuhan Maropokot, Nagekeo, NTT menuju Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengalami musibah setelah dihantam angin kencang di Perairan Pulau Kalao
Selayar.

Sejauh ini dari 10 penumpang yang ada di kapal barang itu, ada 6 orang yang ditemukan selamat. Sedangkan 4 orang lainnya hingga saat ini belum ditemukan. Tim SAR Selayar masih melakukan pencarian di lokasi kecelakaan.

Kepala SAR Kupang, Ketut Gede Ardana, ketika dikonfirmasi Pos Kupang, Minggu (20/11/2016) menjelaskan, pihaknya baru mendapat laporan mengenai musibah kapal barang, Cahaya Putri Abadi dari SAR pusat yang dishare ke Kepala Badan, Deputi Potensi, Deputi Operasi, Direktur Operasional.

Dalam laporan yang diterimanya, bahwa SAR Selayar mendapat informasi dari pemilik kapal atas nama, Ruslan, bahwa telah terjadi kecelakaan kapal Cahaya Putri Abadi rute Marapokot, NTT tujuan Jeneponto.

Disebutkan kapal tenggelam di perairan Pulau Kalao, Selayar, Makasar, pada koordinat 07 21'8.82"S -120 40'31.59"E. Dalam kapal itu sebanyak 10 orang dimana yang selamat 6 orang, 4 orang belum ditemukan.

"Nama korban belum dikonfirmasi. Tim Rescue Pos SAR Selayar berjumlah 8 orang sudah berangkat ke lokasi kejadian dengan menggunakan Sea Rider serta membawa peralatan SAR lainnya," kata Gede Ardana.

Kepala Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan (KUPP) Marapokot, Loveryanto ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (20/11/2016) malam membenarkan musibah itu dan menyebutkan kapal dihempas angin kencang.

Loveryanto menjelaskan, kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang dinahkodai oleh Ramli, mengangkut 110 ekor hewan dan 10 orang penumpang, terdiri dari nahkoda, satu orang petugas mesin, empat ABK dan empat pengikut.

Dikatakan Loveryanto, sesuai data yang ada dalam manifest kapal, ada tujuh orang ABK dan enam orang pengikut. Ketika kapal berangkat dari Pelabuhan Marapokot, Jumat (18/11/2016) pukul 23.00 Wita, kata Loveryanto, satu dari tujuh ABK dan dua dari enam penumpang batal berangkat.

Namun siapa saja penumpang yang ada dalam kapal dan penumpang yang batal berangkat, masih menunggu informasi pasti dari SAR Kabupaten Selayar. Demikian juga dengan data penumpang selamat dan penumpang hilang.

Salah satu petugas Pelaksana Pelabuhan Pelabuhan Marapokot, Deany Arisandy ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Minggu (20/11/2016) malam, mengatakan, pada saat kapal hendak lepas jangkar, petugas KUPP Pelabuhan Marapokot menurunkan tujuh penumpang dari kapal. Siapa saja ABK dan pengikut dalam kapal, Deany mengatakan, masih menunggu konfirmasi SAR Selayar.

"Kita masih cek lagi, nama ABK dan pengikut yang batal berangkat, dan nama-nama ABK dan pengikut yang ikut berlayar dengan kapal tersebut. Informasi yang kita terima dari nahkoda, ada empat ABK termasuk Nahkoda yang selamat Sedangkan dua ABK dan empat pengikut belum jelas nasibnya," kata Deany.(yon/dea)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help