Warga Mabar Tewas Ditikam Saat Pesta Miras di Denpasar

Yustin (27) menunggu jasad saudaranya, Yohanes Jeraman (23) yang sedang dimandikan di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Minggu (23/10/16).

Warga Mabar Tewas Ditikam Saat Pesta Miras di Denpasar
FACEBOOK
Yohanes Jeraman semasa hidup 

POS KUPANG.COM, DENPASAR - Yustin (27) sedang menunggu jasad saudaranya, Yohanes Jeraman (23) yang sedang dimandikan di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Minggu (23/10/16).

Yohanes menghembuskan nafas terakhir usai ditusuk temannya di Kawasan Lapangan Puputan Denpasar sekitar pukul 03.00 Wita, Minggu.

Yustin menjelaskan, semalam Yohanes sedang berkumpul bersama teman-temannya di Lapangan Puputan. Pertemuan itu diakui Yustin diisi dengan minum (alkohol) bersama hingga dini hari.

Sekitar pukul 03.00 Wita, Yohanes pun beranjak untuk pulang ke kosnya di Jalan Trijata Denpasar dan mengendarai motornya seorang diri.

Saat itu pria asal Manggarai Barat, NTT itu tak menyadari bahwa temannya mengejar dari belakang dan langsung menusuk pinggang sebelah kanan Yohanes dengan sebilah pisau.

"Sepertinya mereka mabuk saat itu. Saya ditelpon dari kampung (Manggarai Barat, red), malah keluarga di sana yang lebih dulu tau," ujar ibu dua anak itu

Yustin sempat melihat luka tusukan pria yang bekerja di salah satu toko sepeda motor di Denpasar itu dan banyak darah yang membasahi pinggang sebelah kanan Yohanes.

Yustin memperkirakan pelaku saat itu sudah berniat jahat pada Yohanes karena sudah mempersiapkan pisau sebelumnya saat bertemu Yohanes.

"Bawa pisau berarti sudah ada niat untuk menusuk saudara saya, mereka sepertinya punya masalah juga sejak lama," imbuhnya.

Ia menyesali peristiwa ini karena Yohanes baru saja berulangtahun pada Minggu (16/10/2016).

Pertemuan semalam juga dilakukan untuk berdamai karena sebelumnya memang ada konflik antara Yohanes dan pelaku.

Saat ditanya mengenai keberadaan pelaku, Yustin mengatakan pelaku sudah menyerahkan diri ke kantor polisi tadi pagi.

Yustin sempat mengkhawatirkan apabila peristiwa ini akan menimbulkan konflik saudara di kampung halaman mereka.

Jenazah Yohanes akan dipulangkan dari RSUP Sanglah Minggu pagi hari kemarin dan diberangkatkan ke kampung dengan pesawat pukul 13.00 Wita dengan didampingi suami Yustin. (tribun bali)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved