Antje Taulo Mulai Buka-bukaan Kasus Penghinaan Duta Wisata 2016 di Medsos

Antje Taulo, saksi dalam kasus penghinaan terhadap Duta Wisata (Duwis) NTT 2016 melalui media sosial (medsos) facebook mulai buka-bukaan. Ia mengungka

Antje Taulo Mulai Buka-bukaan Kasus Penghinaan Duta Wisata 2016 di Medsos - maria-octoviana-dan-antje-taulo_20161018_001445.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Kabid Potensi Dinas Pariwisata Kota Kupang, Maria Octoviana bersama staf mengantar Kabid Pengembangan Antje Taulo ke Polres Kupang Kota untuk diperiksa sebagai saksi kasus penghinaan lewat medsos, Kamis (13/10/2016).
Antje Taulo Mulai Buka-bukaan Kasus Penghinaan Duta Wisata 2016 di Medsos - vivian_20160910_091047.jpg
Pos Kupang.com/yeni rahmawati tohri
DUTA WISATA -Duta Wisata NTT 2016, Vivian Tjung (kiri) dan Revaldy Sooai (kanan), Kamis (8/9/2016).
Antje Taulo Mulai Buka-bukaan Kasus Penghinaan Duta Wisata 2016 di Medsos - revaldy-dan-vivian-tjung-duta-wisata_20160909_201218.jpg
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Revaldy dan Vivian Tjung Jadi Duta Wisata NTT 2016

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Antje Taulo, saksi dalam kasus penghinaan terhadap Duta Wisata (Duwis) NTT 2016 melalui media sosial (medsos) facebook mulai buka-bukaan. Ia mengungkap dugaan aksi 'main mata' dalam proses pemilihan Duta Wisata NTT 2016.

Ance memenuhi panggilan dan diperiksa oleh penyidik Polres Kupang Kota, Kamis (13/10/2016). Antje yang adalah Kabid Pengembangan Dispar Kota Kupang ini datang bersama rekannya, Kabid Potensi, Maria Octoviana, Desi Wora, Else Dima, Ina dan Allan. Usai diperiksa, Antje mengungkapkan kekecewaanya terhadap pelapor Emilia Sanjaya. Menurut Antje, apa yang ditulisnya di FB tentang Duwis 2016 itu tidak menyinggung nama Emilia, orangtua Duta Wisata, Vivian Tjung.

"Aneh tapi nyata, Vivian dan Aldy sudah besar bukan anak TK. Kalau mereka merasa dihina, harusnya mereka yang lapor bahwa saya hina mereka, bukan mamanya, Emilia, yang melapor. Saya kan tidak kenal dan tidak menyebut nama Emilia di FB," tegas Antje.

Antje mengungkapkan, pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kupang sebenarnya kecewa dengan proses pemilihan Duwis NTT 2016.

Mereka menduga panitia pemilihan tidak teliti dan obyektif bahkan diduga 'main mata' dalam proses pemilihan itu.

Pasalnya, duwis utusan Kabupaten Rote hanya mengantongi rekomendasi dari kadispar dan tidak melakukan kegiatan pemilihan duwis. Bahkan duwis NTT 2016 Vivian Tjung diduga tidak memenuhi syarat tinggi badan.

"Kadis Pariwisata NTT menegaskan bahwa utusan dari kabupaten harusnya melewati seleksi di tingkat kabupaten dan duwis harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan. Bahkan panitia tidak melakukan technical meeting dan pengukuran tinggi badan peserta. Jadwal ada technical meeting tapi tidak dilakukan. Panitia bilang hanya untuk juri," kata Desi.

Antje mengungkapkan, Vivian dan Aldy adalah mantan Duwis Kota Kupang dan Pemprop NTT tahun 2015 sehingga seharusnya mereka tidak ikut pemilihan tahun 2016.

"Vivian itu runner-up Duwis Kota Kupang 2015. Dan Aldy runner-up Duwis NTT 2015. Harusnya mereka tidak ikut tahun 2016 karena masih bertugas dan menyandang gelar Duwis 2015. Tapi mereka ikut dengan rekomendasi Kadispar Rote Ndao," kata Antje.

Kadis Pariwisata Rote Ndao, Melki Rumlaklak, dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Kamis (13/10/2016), membenarkan kalau daerahnya tidak mengadakan kegiatan pemilihan duwis 2016 karena ketiadaan anggaran.

Melki mengaku mengeluarkan surat rekomendasi untuk Vivian dan Aldy mewakili Rote Ndao untuk belomba di tingkat provinsi karena diminta melalui SMS oleh Emilia Sanjaya, orangtua Vivian.

"Ibunya minta rekomendasi, SMS-nya sudah saya hapus. Tapi bagi saya tidak ada soal, karena saya melihat dia (Vivian) punya potensi kemana-mana bawa Sasando," kata Melki.

Meski demikian, Melki mengaku tidak tahu menahu tentang aturan atau persyaratan menjadi duwis. "Saya tidak tahu ada syarat. Panitia tidak ada kejelasan dengan kriteria," aku Melki. (vel)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved