Integritas Seorang Mahasiswa dan Pengaruh Minuman Keras

Yang sangat disayangkan lagi, para pelaku adalah mahasiswa yang merupakan manusia yang mempunyai intelektual yang tinggi.

Oleh: Agustinus Umbu Hemba
Warga Kelurahan Bonipoi, Kupang

WARGA Kota Kupang dan sekitarnya kembali lagi digemparkan oleh ulah para mahasiswa yang menyebabkan meninggalnya saudara kita Severianus Lawan Geroda alias Heri Wuran dan saudara kita Adrianus Kia Beda yang sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit. Kedua saudara kita ini mengalami musibah pada acara syukuran wisuda di Lasiana.

Meninggalnya saudara kita Severianus Lawan Geroda sangat disayangkan oleh semua pihak; suasana suka cita atas keberhasilan pencapaian cita-cita berakhir dengan kekacauan dan kematian yang mengerikan yang disebabkan oleh beberapa orang yang sedang dalam pengaruh minuman keras (miras).

Yang sangat disayangkan lagi, para pelaku adalah mahasiswa yang merupakan manusia yang mempunyai intelektual yang tinggi.

Kejadian seperti ini sudah sering terjadi di Kota Kupang di setiap acara syukuran atau semacamnya di mana selalu berbuntut konflik maupun pembunuhan yang dipelopori para mahasiswa. Hal ini sangat disayangkan. Mereka yang diharapkan untuk membawa perubahan dalam masyarakat maupun ujung tombak negeri ini selalu menjadi pemicu konflik dan ancaman keamanan dalam masyarakat.

Integritas Mahasiswa
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integritas: kejujuran, mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan yang memancarkan kewibawaan. Sifat kejujuran merupakan sikap yang ditanam dalam diri seorang mahasiswa sebagai penerus bangsa. Seorang mahasiswa merupakan orang-orang intelektual dalam suatu lapisan masyarakat yang menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai seorang mahasiswa yang mempunyai kemampuan intelektual yang cerdas, idealis, dinamis dan aspiratif dengan ide-ide yang kreatif harus mampu menjaga dan mengerti tentang integritas seorang mahasiswa.

Mahasiswa itu sendiri yang merupakan status yang diperoleh di perguruan tinggi, dimana seorang mahasiswa dituntut untuk senantiasa menemukan ide-ide kreatif dan aspiratif, berpikir kritis dan menyikapi masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat. Mahasiswa juga sebagai agen perubahan dan sebagai ujung tombak bangsa, sehingga karakter seorang mahasiswa dibutuhkan bukan sekedar mahasiswa yang pintar dalam akademis, tapi harus tampil di tengah masyarakat dengan profesional. Namun seorang mahasiswa untuk mencapai karakter-karakter tersebut tidak juga gampang. Ia harus mempunyai konsep dan tindakan nyata yang diterapkan dalam bermasyarakat yaitu seorang  mahasiswa harus  mampu membangun jiwa kepemimpinan, menjadi seorang yang berintegritas dan membangun integritas kepemimpinan.

Pengaruh Miras
Seorang  mahasiswa yang dianggap sebagai manusia intelektual dan menjadi contoh di tengah masyarakat serta menjadi pelopor perubahan dalam masyarakat dan dapat membantu masyarakat mengatasi berbagai masalah dalam masyarakat adalah ciri seorang mahasiswa yang mempunyai integritas dalam masyarakat.

Namun ciri-ciri tersebut belum dicapai para mahasiswa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya wilayah Kota Kupang. Para mahasiswa di sini justru selalu menjadi pemicu konflik maupun pembunuhan. Para mahasiswa belum menyadari betul tentang integritas menjadi seorang mahasiswa. Mereka selalu bergaul dengan minuman keras.

Kasus pembunuhan Severianus Lawan Geroda di Lasiana  diketahui para pelaku merupakan para mahasiswa yang melakukan pembunuhan yang keji dimana para pelaku dipengaruhi oleh minuman keras (sopi). Di Kota Kupang sopi merupakan minuman fermentasi lokal yang sangat digemari para anak muda. Sopi sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat di Kota Kupang. Sebagian masyarakat Kota Kupang menjadikan sopi sebagai mata pencaharian untuk meningkatkan kehidupan keluarga. Sopi juga memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, seperti dalam acara adat atau acara syukuran, tuan rumah selalu menyediakan sopi. Selain itu juga sopi gampang didapat serta harganya yang  murah  menjadikannya minuman favorit di kalangan masyarakat pada umumnya. Sopi merupakan minuman keras yang mengandung zat etanol. Apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak menyebabkan seseorang mabuk dan kehilangan kesadaran.

Sebagai salah satu contoh, kasus pembunuhan saudara kita Severianus Lawan Geroda diakibatkan para pelaku di bawah pengaruh minuman keras sehingga mereka tega melakukan pembunuhan dengan kejam karena seseorang yang mengonsumsi sopi yang berlebihan akan menyebabkan mabuk dan kehilangan kesadaran sehingga menyebabkan seseorang terbunuh dan sebagainya.

Pada umumnya mahasiswa selalu bergumul dengan minuman keras, tanpa mereka sadari mereka menghancurkan integritas mereka di tengah masyarakat. Ataukah mereka tidak mengerti integritas mereka dalam masyarakat? Seorang mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang sangat besar di tengah masyarakat dan dibutuhkan sebagai perubahan di tengah masyarakat. Seorang mahasiswa adalah penerus bangsa ini. Saatnya untuk kalian bangkit dari paradigma yang jelek.

Hal semacam ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat Kota Kupang. Marilah kita menjaga keamanan bersama di tingkat kelurahan masing-masing. Wali Kota Kupang harus membuat perwali tentang pesta yang diadakan oleh masyarakat. Setiap kelurahan harus menerapkan betul-betul izin tentang pesta serta perlu kerja sama antara RT/RW dan kelurahan lalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk  menjaga keamanan selama pesta berjalan. Dengan begitu, masyarakat Kota Kupang dapat terhindar dari konflik yang mengakibatkan kerugian dan pembunuhan.*

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help