Proficiat untuk Kontingen PON NTT

Kontingen NTT duduk di posisi ke-18 dengan perolehan tujuh emas, tujuh perak dan sembilan perunggu.

PESTA Pekan Olahraga Nasional (PON) telah berakhir dan Provinsi Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan perolehan 217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu. Disusul Jawa Timur di tempat kedua dengan perolehan 132 medali emas, 138 medali perak, dan 134 perunggu. DKI Jakarta berada di tempat ketiga dengan perolehan 132 emas, 124 perak, dan 118 perunggu.

Kontingen NTT duduk di posisi ke-18 dengan perolehan tujuh emas, tujuh perak dan sembilan perunggu. Posisi ini juga menempatkan NTT berada di papan tengah perolehan medali hingga acara penutupan. Proficiat.

Sebagian besar medali tersebut didapat dari cabang olahraga Kempo yang meraih tujuh emas, satu perak dan lima medali perunggu. Ini menunjukkan bahwa olahraga kempo mampu mempertahankan tradisi medali di ajang PON.

Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, tak dapat menahan harunya atas perolehan tujuh emas, satu perak dan lima medali perunggu oleh atlet-atlet kempo NTT di PON XIX 2016. Ditemui saat menonton pertandingan atlet kempo, Rabu (28/9/2017), Esthon mengatakan, atlet kempo NTT tampil sangat luar biasa pada PON XIX 2016 di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Sebagai warga NTT, kita patut bangga dan berterima kasih kepada atlet-atlet NTT yang telah berjuang bersusah payah mengharumkan nama NTT di pentas nasional. Artinya, NTT juga bisa bicara banyak di pentas nasional dan kehadirannya NTT juga diperhitungkan.

Hasil yang diraih putra-putri NTT tersebut sudah sepatutnya diapresiasi, baik dalam bentuk uang maupu barang. Bukan para atlet saja, Pemerintah Provinsi NTT juga harus memberi apresiasi kepada para pelatih yang dengan keras sudah mempersiapkan atlet- atlet tersebut hingga berprestasi.

Kita berharap, raihan tujuh emas, tujuh perak dan sembilan perunggu ini tidak membuat kita berpuas diri, namun menjadi motivasi bagi atlet di cabang olahraga lainnya untuk berprestasi. Apalagi tujuh emas tersebut hanya datang dari satu cabang olahraga, sementara kita masih memiliki olahraga potensial untuk mendulang medali yaitu atletik dan tinju.

Cabang lain juga mestinya bisa menjadi potensi antara lain dayung, layar dan olahraga perairan. Ini karena potensi laut kita sangat besar yang bisa menjadi candra dimuka untuk menempa atlet-atlet kita.

Kita masih ingat di awal-awal NTT bisa mendapat medali emas adalah dari cabang lari jarak jauh, namun kejayaan NTT tersebut seakan telah habis. Kita masih ingat nama Eduardus Nabunome dan Welmince Sonbay, namun kejayaan tersebut seakan berlalu seiring usia mereka.

Kita berharap pembinaan olahraga lari ini bisa kembali digalakkan untuk mencari bibit. Kita yakin bibit-bibit handal tersebut ada di antara para pemuda dan remaja NTT, namun mereka belum muncul. Dan, itu tugas semua pihak terkait untuk menemukan mereka.*

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved