PosKupang/

Terpidana Pemerkosa Minta Tunda Sehari Ditolak Jaksa

Roy dijemput jaksa dan polisi dari kediamanya di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),sempat minta ditunda sehari dibawa ke Rutan Carep.

Laporan wartawan Pos Kupang, Eugenius Mo'a

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Terpidana pemerkosaan Mario Vianey Wangga alias Roy (34), dieksekusi penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng, Pulau Flores, Senin malam (26/9/2016). Roy dijemput jaksa dan polisi dari kediamanya di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),sempat minta ditunda sehari dibawa ke Rutan Carep di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai.

"Dia (Roy) minta ditunda sampai hari Selasa. Alasannya sakit lambung akut, namun saya tegaskan bahwa yang menentukan sakit dan tidaknya hanya dokter," tegas Kepala Seksi Tindakan Pidana Umum (Pidum) Kejari Ruteng, Salesius Guntur,kepada poskupang.com, Jumat (30/9/2106).

Roy divonis bersalah setelah kasasinya ke Mahkamah Agung (MA) ditolak Majelis Hakim MA. Dia dihukum 10 tahun penjara, denda Rp 60 juta atau subsider tiga bulan penjara memperkosa MGR (12). Putusan itu menguatkan putusan banding PengadilanTInggi Kupang dan Pengadilan Negeri Ruteng, memvonis 10 tahun penjara, denda Rp 60 atau subsider tiga bulan penjara.

Keberangkatan Roy ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Carep diantar istrinya menumpang mobil kejaksaan. Sedangkan sanak keluarga yang lain menggukan mobil yang terpisah. Salesius, akrab disape Ale mengatakan penuntut umum menerima salinan putusan dari email pada Selasa (20/9/2019). Salinan putusan asli diberikan Pengadilan Negeri Ruteng, Senin (26/9/2106).

Staf PN Ruteng menyerahkan salinan itu kepada terpidana Senin (26/9/2016), hampir bersamaan dengan kedatangan penuntut umum dan polisi menjemput Roy.

"Setelah mereka (staf PN) keluar ruangan, kami masuk rumah sampaikan maksud kami jemput Roy dibawa ke labe,"kaya Ale. *

Penulis: Eugenis Moa
Editor: sipri_seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help