Nasib Gandrung Sewu yang Berjaya di Tanahnya Sendiri

Sebuah tulisan "Gandrung Sewu" berlatar belakang Selat Bali terlihat jelas saat masuk ke venue

Nasib Gandrung Sewu yang Berjaya di Tanahnya Sendiri
KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI
Gandrung sewu mmebentuk formasi ombak di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/9/2016). 

POS KUPANG.COM, BANYUWANGI -- Sebuah tulisan "Gandrung Sewu" berlatar belakang Selat Bali terlihat jelas saat masuk ke venue pementasan tari kolosal yang berada di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/9/2016).

Sementara itu ribuan penonton sudah memenuhi tempat wisata yang berada tepat di tengah kota Banyuwangi sejak pukul 10.00 WIB, padahal pementasan yang masuk tahun kelima tesebut baru dimulai pukul 15.00.

Sementara itu sebanyak 1.314 penari Gandrung yang berasal dari pelajar tingkat SD hingga SMA sudah mempersiapkan diri untuk make up sejak jam 05.00. Mereka yang dibagi beberapa kelompok berkumpul di beberapa titik yang sudah ditentukan agar make up selesai dalam waktu bersamaan.

"Rata-rata make up dan titik kumpulnya berada di rumah warga yang dekat dengan Pantai Boom lalu kami diangkut dengan kendaraan menuju Pantai Boom. Ada yang jalan juga karena dekat. Kalau saya jam 12.00 sudah selesai make up dan busana," jelas Evita Eka Mayasari, pelajar SMA dari Kecamatan Singonjuruh kepada KompasTravel.

Pukul 12.30, semua penari, penabuh gamelan dan pemain sudah siap berada di bibir Pantai Boom. Cuaca cukup panas sehingga dua tenda besar di sisi kanan dan kiri venue dipenuhi oleh penari Gandrung.

Pemkab Banyuwangi juga mengerahkan satu mobil pemadam kebakaran untuk menyiram pasir pantai tempat tari kolosal diadakan. Sementara itu ribuan penari Gandrung menjadi obyek foto para fotografer yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi telah mengeluarkan ratusan id card untuk fotografer yang akan mengabadikan acara tahunan yang sudah masuk dalam agenda Banyuwangi Festival tersebut.

Sebelum acara dimulai, beberapa lagu daerah yang menggunakan bahasa Using dinyanyikan di pentas yang berada di sisi selatan venue menghadap ke utara.

"Sengaja diletakkan di sebelah selatan agar pementasan benar-benar berlatar belakang Selat Bali dan tidak terhalang panggung. Memang sengaja diubah sebagai bentuk evaluasi setiap tahunnya," ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Yanuar Bramuda.

Apalagi saat ini, Gandrung Sewu sudah menjadi ikon pariwisata di kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Halaman
123
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved