Angkutan Peti Kemas di Danga-Marapokort Mulai Resahkan Warga

Angkutan peti kemas yang melintasi jalur Danga-Maropokot mengancam keselamatan Warga Kota Mbay di jalur tersebut.

Angkutan Peti Kemas di Danga-Marapokort Mulai Resahkan Warga
ILUSTRASI
Ilustrasi: Inilah peti kemas yang mengangkut barang dagangan dalam jumlah besar. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPNG.COM, MBAY -- Angkutan peti kemas yang melintasi jalur Danga-Maropokot mengancam keselamatan Warga Kota Mbay di jalur tersebut.

Selain kondisi jalan yang sempit, jalur tersebut juga merupakan jalur ramai.

Para pengguna jalan juga mulai resah. Pasalnya, angkutan peti kemas selama ini melintas tanpa pengawasan.

Beberapa warga yang ditemui, Senin (12/9/2016), mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo khususnya Dinas Perhubungan seperti menutup mata terhadap situasi ini.

"Apakah mereka tunggu sampa ada jatuh korban. Ini jalur ramai dan sempit. Peti kemas lalu lalang di jam-jam sibuk. Kalau bisa diarahkan ke tempat lain atau pada jam-jam tidak ramai. Kalau terjadi kecelakaan siapa bertanggung jawab," kata seorang warga bernama Ibrahim.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo, Abdul Haris Pua Upa yang dihubungi per telepon, Jumat (9/9/2016), mengatakan, akan berkoordinasi dengan para pengusaha peti kemas untuk mengalihkan jalur angkutan peti kemas melalui Nangadhero, Aeramo, Danga.

Abdul Haris mengatakan, seluruh angkutan peti kemas berakhir di Danga karena hampir semua pengusaha di Mbay, gudang ada di Danga.

"Memang peti kemas muaranya di Danga karena gudang para pengusaha ada di Danga. Kita akan arahkan semua angkutan peti kemas melalui Nangadhero, Aeramo baru masuk ke Danga," demikian Abdul Haris.

Selain peti kemas, warga juga mengeluhkan angkutan alat berat tanpa pengawalan aparat keamanan. warga berharap, pihak kepolisian dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap keselamatan masyarakat di jalan raya, jangab menunggu sampai jatuh korban.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved