Tokoh Adat Tobe dan Pramuka Ujung Tombak Menjaga Lingkungan Alam

Selain itu, peranan pemerintah desa pun harus didukung dengan peraturan desa (Perdes), serta peran pramuka di sekolah.

Tokoh Adat Tobe dan Pramuka Ujung Tombak Menjaga Lingkungan Alam
POS KUPANG/JULIUS AKOIT
Inilah Hotel Livero, salah satu hotel yang menjadi sumber pajak daerah yang diharapkan bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten TTU

POS KUPANG.COM, KEFAMENANU -Plan International Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan desiminasi atau penyebaran informasi terkait studi cerdas iklim untuk kegiatan adaptasi perubahan iklim yang berpusat pada anak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rabu (7/9/2016).

Dalam kegiatan itu, terkuak keadaan sosial budaya, tobe atau para tua adat cukup mempunyai peran penting bagaimana mensosialisasikan dan menjaga alam sekitar. Selain itu, peranan pemerintah desa pun harus didukung dengan peraturan desa (Perdes), serta peran pramuka di sekolah.

Kegiatan di Aula Hotel Livero, dihadiri perwakilan dari Bappeda, BLHD, BPMPD, BPBD, BKP3, PPO, Kwarcab Pramuka, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, perwakilan dari Universitas Timor (Unimor) , LSM Mitra, Yafa, dan Yabiku serta perwakilan dari sekolah-sekolah dampingan.

Kegiatan bertemakan, adaptasi perubahan iklim fokus anak, itu memunculkan inovasi praktek adaptasi yang bisa dilakukan khususnya oleh anak-anak sesuai kearifan lokal dan kultur setempat. Dipimpin salah seorang dosen dari Jakarta dan juga merupakan penggiat LSM yayasan Generasi Hijau Indonesi (GHI), I Putu Santika Yasa.

"Desiminasi ini bertujuan untuk memaparkan hasil studi solusi cerdas iklim yang dilakukan berupa temuan yang berkaitan dengan capaian output dan outcome dari rancangan Chil-Centered Climate Change Adaptation Project (4CA) dan mendapatkan masukan dari peserta terkait dengan kegiatan 4CA di wilayah Nusa Tenggara Timur,"ujar I Putu Santika Yasa.

Sekretaris Dinas Pariwisata TTU, Yohanes Sanak mengatakan tobe itu punya peranan penting. Karena, budaya di TTU kalau tobe berbicara pasti akan didengar masyarakat.

Hal senada dikatakan wartawan Pos Kupang, Apson Benu yang diundang mengikuti kegiatan itu. Berdasarkan pengalaman saat mengunjungi Gunung Mutis pekan lalu, sempat mendapat arahan oleh Tobe, Lukas Tefa, penjaga Gunung Mutis agar rajin menanam pohon, dilarang menebang pohon, jangan membakar hutan.(abe)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help