Marianus Sae: Sekarang Era Pasar Bebas Kok Jual Ternak Pakai Kuota

Sekarang sudah era pasar bebas. Kok jual ternak pakai kuota. Kita di Ngada tidak perlu berpatokan dengan kuota.

Marianus Sae: Sekarang Era Pasar Bebas Kok Jual Ternak Pakai Kuota
DOKUMENTASI
Bupati Marianua Sae 

POS KUPANG.COM, BAJAWA - Kuota penjualan ternak yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT kepada Kabupaten Ngada dinilai paling sedikit dan tidak sebanding dengan populasi ternak di daerah itu. Untuk mengatasi masalah ini, Bupati Ngada, Marianus Sae, membangun kerja sama dengan Pemerintah Jeneponto agar tidak terjadi over populasi.

"Sekarang sudah era pasar bebas. Kok jual ternak pakai kuota. Kita di Ngada tidak perlu berpatokan dengan kuota. Kita akan bangun kerja sama dengan Jeneponto. Ini hak otonomi daerah," tegas Marianus Sae, kepada Pos Kupang, Jumat (2/9/2016).

Menurut Marianus, Pemkab Ngada melaksanakan program Perak sejak tahun 2011. Imbas dari program Perak adalah penambahan populasi ternak di Kabupaten Ngada setiap tahun. Ketika populasi ternak sudah banyak dan siap dijual, malah terjadi kendala dengan kuota yang diberikan pemerintah provinsi. Kebijakan ini memasung semangat masyarakat dalam mengembangkan ternak.

Untuk itu, Pemkab Ngada tidak lagi berpatokan dengan kuota yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT. Pemkab Ngada akan mencari jalan lain melalui kerja sama lintas daerah dalam hal jual beli produk, salah satunya ternak. Dengan demikian, masyarakat mendapat peluang yang lebih besar dalam menjual ternak di Kabupaten Ngada. (jen)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved