Kenangan di Sekitar Istana Presiden Tahun 1950-an

Istana Presiden di Jakarta terletak di jalan Merdeka Utara

Kenangan di Sekitar Istana Presiden Tahun 1950-an
Fabian Januarius Kuwado
Suasana Istana Negara jelang Hari Kemerdekaan ke 71 Republik Indonesia. 

Oleh: Chappy Hakim

Istana Presiden di Jakarta terletak di jalan Merdeka Utara. Itulah sebabnya mengapa salah satu sisi Istana tersebut disebut dengan Istana Merdeka.

Belakang, bangunan yang menghadap ke jalan Segara - sekarang bernama jalan Veteran-- dikenal sebagai Istana Negara.

Istana Merdeka dan Istana Negara dihubungkan oleh halaman berumput yang cukup luas yang di tengah-tengahnya ada sebuah bangunan kecil berupa kupel.

Kupel ini di tahun 1950-an digunakan sebagai taman kanak-kanak, yang muridnya putra-putri Presiden dan anak-anak sekitar Istana, antara lain anak-anak yang tinggal di rumah sepanjang jalan Segara IV, yang sekarang sudah tidak ada lagi karena telah berubah menjadi bagian dari halaman Istana.

Hamparan rumput antara dua istana tersebut digunakan juga sebagai landasan helikopter yang membawa Presiden Soekarno, antara lain ke dan dari Istana Bogor.

Di halaman istana yang ditumbuhi beberapa pohon besar, dilepas pula satu atau dua ekor burung merak yang cukup besar ukurannya. Pada saat-saat tertentu merak-merak itu terlihat mengembangkan ekornya yang indah berwarna warni, dan tampak besar sekali dibanding ukuran badan dan kepalanya.

Jalan Veteran saat itu terdiri dari Jalan Segara I, Segara II, Segara III dan Segara IV. Saat ini yang tertinggal hanyalah Jalan Veteran I, Veteran II dan Veteran III.

Tepat di sisi kanan Masjid Baiturrahim -yang dulu adalah lapangan tenis-- terletak jalan raya yang dulu dikenal sebagai jalan Segara IV. Tidak banyak perumahan di sepanjang jalan Segara IV, karena satu sisi jalan yang berbatasan langsung dengan pagar Istana adalah kantor yang bernama Kementrian Kehakiman.

Kantor itu berupa bangunan kuno yang menghadap ke jalan Segara, yang di belakangnya ada sebuah rumah milik keluarga Mr. Soedarjo.

Halaman
1234
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help