Quota Pengiriman Ternak Habis Pedagang dan Peternak Negekeo Berteriak

Sejumlah pedagang ternak lokal dan peternak di Nagekeo berteriak karena kesulitan menjual ternak mereka.

Quota Pengiriman Ternak Habis Pedagang dan Peternak Negekeo Berteriak
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Sejumlah pedagang ternak lokal dan peternak di Nagekeo berteriak karena kesulitan menjual ternak mereka.

Pasalnya, pedagang dari Sulawesi dan Bima, NTB yang selama ini membeli ternak di daerah itu berhenti membeli ternak karena alasan kuota pengiriman ternak dari daerah itu ke Jawa dan Sulawesi tahun 2016, telah habis.

Beberapa peternak yang ditemui di Mbay, Sabtu (3/9/2016), mengatakan, gagal panen akibat hama dan kemarau panjang menjadikan ternak sebagai sumber pendapatan alternatif bagi petani peternak untuk bertahan hidup.

"Sekarang ini beras sudah Rp.10.000,00/ kg. Bahan-bahan kebutuhan pokok yang lain terus melonjak. Biaya pendidikan anak mendesak. Kita mau ambil uang dari mana? Percuma kita pelihara hewan kalau tidak bisa jadi uang," kata seorang peternak asal Malabay bernama Maria.

Maria mengatakan, kalau untuk kebutuhan sehari-hari, durinya masih bisa jual ayam, kambing. Tetapi untuk kebutuhan biaya pendidima anaknya, kata Maria, harus jual sapi.

"Kami datang ke pedagang, mereka tolak karena hewan tidak bisa kirim keluar. Kuota habis. Kalau seperti ini pemerintah jangan suruh kita ternak sapi," katanya.

Keluhan juga datang dari pedagang lokal. Terhentinya pengiriman ternak keluar dari Nagekeo, berpengaruh terhadap aktivitas jual beli ternak di daerah itu.

Menurut salah seorang pedagang, situasi itu jelas membuat para pedagang ternak lokal kehilangan sumber pendapatan.

"Bagaimana kita mau beli hewan petani. Para pedagang dari luar tidak beli. Mereka juga tidak mau mengambil resiko ternak mati dan juga pembengkakan biaya pakan," kata seorang pedagang bernama Mat.

Sebelumnya, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Gu Petrus mengatakan, kuota pengiriman ternak dari Nagekeo pada tahun 2016 sebanyak 1500 ekor. Kuota tersebut, kata Petrus, lebih kecil jika dibandingkan tahun 2015 yang mencapai Rp 2.000 ekor.

Ia mengatakan, ada peluang Nagekeo mendapat tambahan kuota minimal sama dengan kuota tahun 2015, namun belum diketahui kapan kuota tambahan itu dikeluarkan Pemerintah Propinsi NTT.

Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kritianus Dua Wea yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/9/2016), meminta Pemerintah Propinsi NTT agar lebih fleksibel soal kuota pengiriman ternak dari Nagekeo ke daerah-daerah di Indonesia. Kuota yang ada, lanjut Kristianus, terlalu sedikit mengingat ternak yang keluar melalui Pelabuhan Maropokot, Kabupaten Nagekeo tidak hanya dari Nagekeo tetapi dari kabupaten lain seperti Ngada dan Manggarai Timur.*

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help