Pengelola Proyek Banyak yang Belum Daftar ke BPJS Naker

Masih banyak pengusaha jasa konstruksi yang menganggap iuran BPJS ketenagakerjaan mahal.

Pengelola Proyek Banyak yang Belum Daftar ke BPJS Naker
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI TOHRI
Penutupan Forum Jakon dan Rakor Tim Penbina Jasa Konstruksi Provinsi dan Kabupaten/Kota di Rubby Room-On the Rock Hotel, Rabu (31/8/2016). 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Masih banyak proyek dari sektor swasta yang belum didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Ada juga setelah timbul kasus kecelakaan kerja, barulah proyeknya didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kupang, Verry Boekan, ketika memberikan materi pada kegiatan Forum Jasa Konstruksi dan Rapat Koordinasi Tim Pembina Jasa Konstruksi (Jakon) Provinsi NTT dan Kabupaten/Kota, se-NTT, Selasa (30/8/2016).

Kepada Pos Kupang, Rabu (31/8/2016), Verry menyampaikan masih banyak pengusaha jasa konstruksi yang menganggap iuran BPJS ketenagakerjaan mahal. Padahal sangat murah dibanding dengan manfaat yang akan diterima jika tenaga kerja mengalami resiko kecelakaan kerja dan kematian.

Misalnya, dengan nilai proyek Rp 1 miliar, maka iuran yang dibayarkan hanya Rp 1.750.000 dengan masa perlindungan 1 tahun dan masa pemeliharaan proyek tiga bulan. Jadi total 15 bulan masa perlindungan bagi seluruh tenaga kerja yang bekerja pada proyek tersebut.

Lanjutnya, iuran Rp 1.750.000 tersebut diperuntukkan bagi seluruh tenaga kerja di proyek itu. Baik tenaga kerja harian lepas maupun tenaga kerja borongan.

Sedangkan manfaat yang diperoleh sangat besar, seperti biaya pengobatan kesehatan dan perawatan sampai sembuh gratis di seluruh rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

"Biaya transportasi menuju rumah sakit ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, gaji sewaktu tenaga kerja sakit/dirawat di rumah sakit atau rawat jalan dibayarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai mereka bekerja kembali atau dinyatakan sembuh oleh dokter. Jika akhirnya meninggal dunia maka BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan 48 kali gaji/upah mereka ditambah beasiswa Rp 12 juta, santunan berkala Rp 4,8 juta dan bantuan pemakaman Rp 3 juta," jelasnya.

Jadi iurannya kecil sekali tapi manfaat yang diperoleh jika mengalami resiko sangatlah besar. Pendaftaran sebagai peserta sangat mudah hanya melampirkan Surat Perjanjian Kerja (SPK). Proses klaim juga sangat cepat. Jika berkas klaim lengkap, cukup butuh 15 menit dana sudah bisa cair.

Verry mengatakan, peluangnya terdiri dari dana APBN untuk sektor jasa konstruksi bagi Provinsi NTT mengalami kenaikan Rp 1 sampai Rp 2 triliun dari penetapan APBN perubahan tahun 2016.

Artinya, kegiatan pembangunan khususnya di sektor Jakon di NTT akan makin marak dan pada gilirannya menjadi pendorong roda perekonomian di NTT. Selain itu, banyak proyek dengan pembiayaan APBN yang diarahkan ke Provinsi NTT.

Di NTT sudah ada sekitar 500 proyek jasa konstruksi yang proyeknya sudah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Biasanya di penghujung tahun akan lebih banyak lagi proyek jasa konstruksi yang akan mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan. (yen)

Editor: Paul Burin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help