Hukuman Mati untuk Pelaku Praktik Gay

Apalagi kata Pembina Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) itu, polisi sudah mengidentifikasi korban sebanyak 99 anak.

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Pemerhati Anak, Agus Supriyanto menilai pelaku harus dijerat hukum seberat-beratnya. Apalagi kata Pembina Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) itu, polisi sudah mengidentifikasi korban sebanyak 99 anak.

"Polisi harus segera memproses secara hukum. Hukuman seumur hidup untuk pelaku," tegas Agus. Polri juga kata dia, harus memprioritaskan penanganan kasus eksploitasi pada anak yang dilakukan AR.

Bahkan dia mendorong agar Polri mengembangkan kasus AR ke jaringan pelaku di berbagai kota. "Sebagai pegiat pendidikan anak, saya prihatin. Kasus ini bukan tunggal terjadi di satu tempat," ujarnya.

Untuk menyikapi kasus ini pula dia menilai peran orangtua, lingkungan, guru, pegiat peduli anak, KPAI, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus aktif merespon kejadian itu sebagai gerakan bersama mengawasi dan melindungi anak-anak bangsa. Karena dia tegaskan, selain narkoba, kasus eksploitasi pada anak menjadi prioritas semua pihak untuk menyelamatkan generasai bangsa.

Juga kemensos, kemendiknas dan instansi terkait, perlu merancang rumah aman untuk anak jalanan. "Pemprov DKI sudah melakukan perlu optimalisasi melibatkan pendamping yang tekun bergerak pada kepedulian anak, relawan sosial pendidikan, lembaga pendidikan tinggi," jelasnya.

Pemerintah daerah maupun pusat harus serius menangani hal ini bersama masyarakat. Agar tak tumbuh menyebar kegiatan eksploitasi anak seksual. Apalagi sesama jenis. (tribunnews/mal/wly)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved