Ruang Kerja Bupati Sumba Tengah Diobrak Abrik Pencuri

Besar kemungkinan pencuri mencari uang tapi tidak menemukan apa-apa. Pencuri hanya mengambil sebuah laptop di ruang kerja wakil bupati.

Ruang Kerja Bupati Sumba Tengah Diobrak Abrik Pencuri
petrus piter
RUSAK - Pintu ruang Bagian Umum Setda Sumba Tengah dirusak kawanan pencuri lalu menggasak uang Rp 6,4 juta. Gambar diabadikan, Senin (29/8/2016). 

POS KUPANG.COM, WAIBAKUL- Kapolsek Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Kompol Lukas L.Malana di kantornya, Senin (29/8/2016), mengatakan ruang kerja bupati dan wakil bupati Sumba Tengah, Sabtu (27/8/2016) sekitar pukul 3.30 Wita disatroni kawanan pencuri.

Semua laci meja kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah dibuka dan dibiarkan berantakan. Besar kemungkinan pencuri mencari uang tapi tidak menemukan apa-apa. Pencuri hanya mengambil sebuah laptop di ruang kerja wakil bupati.

Selain itu, pencuri memasuki ruang Bagian Umum membongkar brankas lalu menggasak uang Rp 6,4 juta, ruang Humas pencuri mengambil sebuah kamera yang diperkirakan berharga Rp 4 juta. Selain itu, pencuri mengobrak abrik ruang Satpol PP, ruang Bagian Tata Pemerintahan Setda Sumba Tengah serta Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat.

Kawanan pencuri masuk ke dalam kantor dengan terlebih dahulu mencungkil jendela kantor dan membongkar pintu.
Para pencuri leluasa beraksi karena petugas jaga malam tidak ada di tempat. Para penjaga malam hanya datang menyalakan lampu kantor lalu kembali ke rumah masing-masing.

Bupati Sumba Tengah, Drs.Umbu Sappi Pateduk di ruang kerjanya, Senin (29/8/2016), mengatakan, kejadin itu akibat kelalaian pihaknya.

"Belajar dari kejadian sebelumnya selaku pimpinan telah memerintahkan seluruh SKPD merekrut penjaga malam. Persoalannya terletak pada pengawasan kinerja petugas penjaga malam oleh masing-masing pimpinan SKPD. Apakah penjaga malam benar-benar datang menjaga malam atau hanya datang menyalakan lampu kantor lalu kembali tidur di rumah," ujarnya.

Peristiwa pencurian di Kantor Pemerintahan Sumba Tengah yang terjadi, Sabtu (29/8/2016) subuh karena penjaga malam tidak ada di tempat.

Perilaku serupa terjadi ketika sebelumnya pencuri membobol Dinas PPO setempat.

"Saya sudah panggil penjaga malam. Kepada saya dia mengaku capek karena siang hari kerja sawah. Perilaku penjaga malam seperti ini apakah patut dipertahankan. Saya kira semua pimpinan SKPD perlu mengevalusi kinerja penjaga malam," ujarnya.

Karena itu, untuk mencegah aksi pencurian serupa, ia menyarankan memperketat pengawasan terhadap kinerja penjaga malam dan semua jendela gedung kantor pemerintahan harus menggunakan teralis. Dengan demikian para pencuri tidak mudah melakukan aksi jahatnya. (pet)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help