Verifikasi Faktual dan Kejujuran

Hasil verifikasi akan menentukan langkah kandidat tertentu dalam merebut kursi nomor satu dan dua di Kota Kupang.

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang melalui PPK dan PPS mulai melakukan verifikasi faktual dukungan bagi calon perseorangan dalam Pilkada Kota Kupang 2017. Hasil verifikasi akan menentukan langkah kandidat tertentu dalam merebut kursi nomor satu dan dua di Kota Kupang.

Selama sepuluh hari, tim akan turun langsung melakukan verifikasi. Satu per satu, pendukung atau warga yang sudah memasukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK) ke KPU oleh bakal calon (balon) didatangi petugas. Tak hanya sekadar menyambangi, tapi ada wawancara.

Betul tidak kamu mendukung paket tertentu. Apakah dipaksa atau diintimidasi saat diminta memberikan dukungan, dan pertanyaan lain, harus dijawab warga. Ada beberapa item penilaian yang akan ditandai dari jawaban itu. Dari situ, barulah diketahui, apakah orang itu memang sebagai pendukung atau tidak.

Apapun namanya, potensi masalah selalu saja ada. Tak hanya dari balon, para petugas verifikasi pun rentan dihinggapi masalah. Pada posisi ini, sistem pengawasan entah itu dari KPU, Bawaslu, balon hingga masyarakat, harus diperketat. Bisa saja seorang petugas hanya duduk di belakang rumah sambil minum kopi, mengisi semua form isian yang ada.

Rawan! Bisa saja ada permainan. Uang, intimidasi dan tekanan, bisa saja dialami warga ataupun PPS yang melakukan verifikasi. Apakah ini akan terjadi? Bisa saja!

Tapi, kita tentu tidak mau hal ini terjadi. Pilkada yang bersih dan jujur akan menghasilkan pemimpin yang bersih dan jujur juga. Artinya, apa yang kita lakukan hari ini dampaknya akan kita nikmati selama lima tahun ke depan. Faktual berarti warga benar-benar didatangi dan warga pun harus memberikan jawaban sesuai kondisi yang sebenarnya.

Para bakal calon dan timnya berbulan-bulan masuk keluar kampung mengumpulkan dukungan. Sudah banyak biaya atau materi yang dikeluarkan untuk mendapatkan dukungan. Tentu mereka berharap, dukungan yang diajukan ke KPU memenuhi syarat sehingga bisa menjadi calon untuk ikut dalam Pilkada 2017.

Sama seperti kandidat yang mendapatkan dukungan lewat partai politik, pertarungan untuk lolos dari calon perseorangan pun 'berdarah-darah.' Banyak hal menarik yang akan muncul di permukaan dalam proses ini, sama seperti yang terjadi di partai politik. Mari kita dukung proses ini menuju Kota Kupang yang makin baik.*

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help