Mengibarkan Semangat Kita

Kita patut menyampaikan dirgahayu kemerdekaan karena negara sudah menunaikan tugasnya menjaga dan melindungi seluruh anak bangsa.

Mengibarkan Semangat Kita
TRIBUNNEWS / DANY PERMANA
Pasukan Paskibraka bertugas menaikan Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdeikaan RI 

HARI Rabu (17/8/2016) besok, seluruh anak bangsa akan merayakan HUT ke-71 Republik Indonesia (RI). Kita patut menyampaikan dirgahayu kemerdekaan karena negara sudah menunaikan tugasnya menjaga dan melindungi seluruh anak bangsa.

Kita juga patut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan yang terbaik kepada warga negara ini meski menghadapi banyak problem. Mengolah negara yang begini luas memang tak gampang.

Tak bijaksana pula ketika kita membanding-bandingkan progres pembangunan di negara Brunei Darussalam, Singapura atau Malaysia. Negara-negara jiran ini lebih maju pada semua aspek karena luas negerinya tak seberapa.

Siapa pun Presiden di negeri kita tercinta ini tak akan dengan mudah memajukannya dalam hitungan lima tahun atau sesuai dengan masa tugasnya. Meski kita sendiri merasakan step by step perubahan itu mulai ada.

Salah satu contoh negara itu hadir ketika melihat kebutuhan warganya yang hakiki. Salah satunya, yakni hadirnya UU BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Semuanya di luar dugaan. Dulu, ketika sakit semua orang sulit mengakses rumah sakit atau instrumen kesehatan lainnya karena faktor biaya. Pada akhirnya mereka berobat ke dukun dengan berbagai argumentasi.

Sekarang ini, semua orang berlomba-lomba mendatangi puskesmas atau rumah sakit karena telah hadir BPJS Kesehatan. Dulu, Jamsostek yang kini telah berubah wajah menjadi BPJS Ketenagakerjaan hanya meng-cover para pekerja formal saja. Sekarang siapa pun boleh. Dari sektor informal pun silakan. Mau tukang ojek, petani ladang, peternak dan sebagainya.

Inilah sebuah Nawacita. Negara selalu hadir ketika anak bangsa membutuhkan. Meski masih banyak aspek yang patut dibenahi, kita memberi kesempatan kepada pemerintah untuk melakukannya.

Perhatian pemerintah pada daerah kita ini sudah tak kecil lagi. Sudah berapa banyak Presiden berkunjung ke NTT. Program yang diberikan pun nyata, riil dan menjadi kebutuhan dasar. Presiden Jokowi sendiri tahu bahwa daerah ini kering dan persoalan air menjadi yang utama. Karena itu ia membangun sejumlah bendungan di daerah ini.

Jika demikian, maka tugas kita adalah menjaganya. Kemudian terus membangun spirit diri yang kokoh. Sebuah spirit yang tak mengenal basah dan kering atau semangat itu tumbuh dalam beberapa waktu kemudian hilang. Semangat itu harus tetap berkibar meski diombang-ambingkan oleh perubahan yang begitu lekas datang.

Spirit kesadaran untuk maju itu harus menyatu dalam setiap kesempatan. Dalam jiwa dan raga kita. Jangan lekas "patah" ketika menghadapi problematika kehidupan. Kecuali kita sudah menghadapi kematian. Kecuali Tuhan memanggil kita untuk pulang ke haribaan-NYA. Dirgahayu RI ke-71 tanggal 17 Agustus 2016. *

Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help